Sabtu, 29 November 2014
Tribunnews.com

Media Asing Soroti Penolakan Miss World 2013 di Indonesia

Selasa, 3 September 2013 08:03 WIB

Media Asing Soroti Penolakan Miss World 2013 di Indonesia
Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan
Tolak Miss World: Ratusan umat muslim yang tergabung dalam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menggelar aksi di depan Gedung Gubernuran Jateng, jalan Pahlawan, Kota Semarang, Jateng, Senin (2/9/2013). Dalam aksinya tersebut mereka menolak diselenggarakannya audisi Miss World 2013 di Indonesia. Mereka berangkapan acara tersebut merendahkan harkat dan matabat wanita sebagai ajang eksploitasi tubuh perempuan. (Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah media asing ikut menyoroti pelaksanaan Miss World 2013 di Indonesia.

Media asing yang berbasis di Amerika Huffingtonpost menyoroti bahwa kelompok Islam berpengaruh di Indonesia Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah untuk membatalkan kontes Miss World yang digelar bulan ini.

Ini disebabkan kontes itu mengeksploitasi tubuh perempuan yang tentu saja dianggap tidak sesuai jaran Islam.

Tulisan yang diberi judul " “Miss World Cancelled? Indonesian Clerics Protest Beauty Pageant On Religious Grounds” itu mengutip Ketua MUI Amidan menegaskan fatwa MUI tegas menolak pagelaran dilaksanakan di Indonesia.

Dituliskan bahwa Indonesia dengan mayoritas berpenduduk Muslim terpadat di dunia yang mayoritas moderat namun hanya sebagian kecil dihuni oleh kaum ekstrimis yang lebih vokal dalam beberapa tahun terakhir ini.

Daily Mail, khusus mengulas soal Miss World 2013 di Bali tanpa menggunakan bikini. Media berbasis di Inggris ini menulis dengan judul "Miss World chiefs cancel bikini round to avoid offending Muslims as pageant is set to take place in Indonesia".

Dituliskan Miss World yang dulu identik dengan wanita berpakaian minim alias bikini mondar-mandir di atas panggung, namun untuk pelaksanaan Miss World tahun ini tidak akan menemukan adegan demikian.

Apalagi setelah panitia mengumumkan bahwa larangan tanpa bikini itu untuk menghindari penganut Islam mayoritas di Indonesia.

Media asing lainnya CBC News mengangkat berita dengan judul "Indonesian clerics call for ban of Miss World pageant” yang isinya kurang lebih sama penolakan pelaksanaan Miss World di Indonesia oleh ulama.

Di dalam negeri penolakan atas pelaksanaan Miss World 2013 tidak hanya datang dari MUI tetapi juga dari Pemuda Muhammadiyah, HTI, dan FPI.

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: sanusi

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas