Menguak Jejak Bunda Putri

Bunda Putri Dikenal Tegas dan Ambisius

Bunda Putri disebut-sebut sebagai sosok yang pengaruhnya sangat kuat di berbagai kementerian, untuk membantu mengurus proyek.

Bunda Putri Dikenal Tegas dan Ambisius
ISTIMEWA
Bunda Putri

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nama Bunda Putri kini menjadi perbincangan hangat, pasca-diputarnya rekaman percakapan Ahmad Fathanah, Ridwan Hakim, dan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, di Pengadilan Tipikor beberapa waktu lalu.

Bunda Putri disebut-sebut sebagai sosok yang pengaruhnya sangat kuat di berbagai kementerian, untuk membantu mengurus proyek.

Termasuk, impor daging sapi yang menyeret Luthfi Hasan dan Fathanah ke tahanan KPK. Tribunnews.com berhasil mengungkap siapa sebenarnya Bunda Putri.

Berbekal sebuah foto perempuan berambut pendek, berkacamata, memakai anting, serta berbaju putih dipadu syal merah, akhirnya terungkap jati diri perempuan yang berusia sekitar 50 tahun.

Foto tersebut lantas dikirimkan Tribunnews.com ke seorang Ketua LSM, yang mengaku temannya pernah meminta bantuan Bunda Putri, untuk mendapatkan proyek di sebuah kementerian.

"Teman saya bilang betul, itu orang yang pernah ditemuinya saat meminta bantuan pengurusan proyek. Setelah dibantu Bunda Putri, proyeknya tembus," ujar Ketua LSM yang enggan disebut namanya, Jumat (6/9/2013).

Informasi tambahan yang disampaikan teman Ketua LSM, Bunda Putri memiliki nama lengkap Non Saputri. Saat bertandang ke rumahnya, sedang terjadi kerributan di keluarga Bunda Putri, terkait rencana perceraian putrinya yang bernama Peni Farnita Saputri.

Nama Peni Farnita tak asing lagi. Namanya sempat mencuat setelah suaminya, Bernaldi Djemat alias Aldi, ribut dengan artis yang kini menjadi bupati di salah satu Kabupaten di Jambi.

Kemarahan Aldi lantaran istrinya diduga berselingkuh dengan artis yang waktu itu sedang mencalonkan menjadi bupati.  

Aldi Djemat bahkan sempat ditahan di Polres Jakarta Selatan, karena menganiaya pembantu di rumah Ibu mertuanya, Non Saputri.

Halaman
12
Penulis: Yulis Sulistyawan
Editor: Yaspen Martinus
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help