Senin, 24 November 2014
Tribunnews.com

Guru Besar UI: PM Australia yang Baru Lecehkan Indonesia

Senin, 9 September 2013 00:10 WIB

Guru Besar UI: PM Australia yang Baru Lecehkan Indonesia
net
Guru Besar Universitas Indonesia yang juga ahli hukum, Profesor Hikmahanto Juwana SH LLM PhD.

Laporan Wartawan Tribunnews.com Reza Gunadha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perdana Menteri terpilih Australia, Tony Abbott, dinilai bakal menjadi ancaman bagi stabilitas keamanan dan kehidupan sosial politik masyarakat Indonesia.

Pasalnya, melalui program penanggulangan aksi "penyelundupan manusia" yang kerap masuk ke Australia melalui Indonesia, pemimpin Koalisi Liberal-Nasional ini dinilai melecehkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Penilaian tersebut, diutarakan oleh Guru Besar Universitas Indonesia yang juga ahli hukum, Profesor Hikmahanto Juwana SH LLM PhD.

"Dalam kampanyenya, Tony Abbott berjanji bakal menggelontorkan dana 420 Juta Dolar Australia untuk penanganan penyelundupan manusia. Tapi kalau didedah, programnya itu melecehkan kedaulatan Indonesia," kata Profesor Hikmahanto Juwana seperti dalam rilisnya yang diterima Redaksi Tribunnews.com, Minggu (8/9/2013).

Sebab dalam kampanyenya, Tony menjelaskan pemerintah Australia akan menggunakan uang itu untuk membeli kapal-kapal nelayan, memberi insentif uang kepada masyarakat, dan kepala desa yang memberi informasi, bahkan menempatkan polisi Australia di Indonesia.

"Abbott membuat program tersebut, seolah Indonesia bagian dari negara Australia yang tidak memiliki kedaulatan," tutur Hikmahanto.

Seharusnya, kata dia, Tony Abbott harus mengajak pemerintah Indonesia terlibat dalam pelaksanaan program penanganan penyelundupan manusia tersebut.

Karenanya, sambung Hikmahanto, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus segera memberikan respons terhadap rencana program Abbott tersebut.

"Bila ini (program Tony Abbott) terjadi dan tak direspons, sungguh disayangkan karena Presiden SBY di masa-masa akhir pemerintahannya akan mendapat label negatif," tandasnya.

Penulis: Reza Gunadha

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas