Jumat, 28 November 2014
Tribunnews.com

Profil Komjen Sutarman: Sudah Dua Kali Menggantikan Jenderal Timur Pradopo

Jumat, 27 September 2013 17:15 WIB

Profil Komjen Sutarman: Sudah Dua Kali Menggantikan Jenderal Timur Pradopo
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Komjem Pol Timur Pradopa (kiri) dan Irjen Pol Sutarman.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Sempat meredup dari bursa calon Kapolri, nama Komjen Pol Sutarman muncul sebagai pilihan Presiden Susilo Bambang Yudhono (SBY) sebagai Kapolri untuk menggantikan Jenderal Polisi Timur Pradopo. Pria kelahiran Sukoharjo, Jawa Tengah 5 Oktober 1957, hanya tinggal selangkah lagi menduduki kursi orang nomor satu di kepolisian setelah menjalani fit and propertest di Komisi III DPR RI.

Sepanjang karirnya di kepolisian, ia merupakan perwira polisi yang paling moncer di angkatannya. Jebolan Akademi Kepolisian 1981 ini karirnya melegit setelah menjadi ajudan presiden Abdurahman Wahid pada tahun 2000. Memikul pangkat perwira menengah dipundaknnya, pada 2004 akhir Sutarman dipercaya menjadi Kapolwiltabes Surabaya. Kemudian berturut-turut menjadi Kapolda Kepulauan Riau, Kepala Sekolah Calon Perwira, Kapolda Jawa Barat, Kapolda Metro Jaya, sampai akhirnya menjadi Kabareskrim Polri sejak 6 Juli 2011 menggantikan Komjen Pol Ito Sumardi.

Dua kali Sutarman menggantikan Timur Pradopo, Timur digantikan Sutarman saat menjabat Kapolda Jawa Barat. Saat itu, Timur dimutasi menjadi Kapolda Metro Jaya. Kemudian saat Timur diangkat menjadi Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan pada 2010 silam, Sutarman pun menggantikan posisi Timur sebagai Kapolda Metro Jaya.

Dalam beberapa kesempatan Sutarman selalu mengatakan kepada wartawan dirinya tidak takut pada siapapun termasuk penguasa. Ia selalu bilang urat takutnya sudah putus saat ditanya beberapa kasus yang bersentuhan dengan orang-orang partai penguasa seperti surat Palsu MK.

"Urat takutnya sudah putus. Kalau dia tersangka, bukti pemulaan cukup, kenapa takut. Enggak ada yang harus ditakutkan," kata Sutarman pada suatu waktu ketika berbincang dengan wartawan menyikapi kasus surat palsu MK.

Komisi Kepolisian Nasional menilai penujukan Sutarman menjadi calon Kapolri yang dilakukan SBY sangat tepat.

"Sutarman dalam catatan kompolnas memiliki integritas yang bagus, tegas, sederhana, polisi reserse yang berprestasi, dan cukup mumpuni dalam tugasnya karena sudah tiga kali jadi Kepolda yakni Kapolda Kepri, Jawa Barat dan Metro Jaya," ungkap Komisioner Kompolnas Edi Saputra Hasibuan kepada Tribunnews.com, Jumat (27/9/2013).

Dikatakannya, pengalaman tiga kali menjadi Kapolda merupakan modal bagi Sutarman untuk memimpin Polri ke depan.

"Sutarman adalah Akpol 81 sama angkatannya dengan Panglima TNI (Jendral TNI Moeldoko) yang juga Akmil 81. Jadi kami memperkirakan koordinasi dan sinerginya sangat bagus karena sudah saling mengenal," katanya.

Tantangan Sutarman kalau disetujui DPR RI, dikatakan Edi diharapkan Sutarman bisa menyelesaiak berbagai pekerjaan rumah di kepolisian mulai dari penanganan kasus dan perbaikan di tubuh kepolisian.

"Diharapkan Sutarman mampu mengungkap kasus teror penembakan terhadap anggota polisi, meningkatkan penanganan kasus korupsi baik yang ada dalam masyarakat maupun yang ada di tubuh Polri, bisa melakukan reformasi besar-besaran terhadap Polri agar kinerja Polri lebih baik pada masa mendatang," ungkapnya.

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Hasiolan Eko P Gultom

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas