• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 22 Oktober 2014
Tribunnews.com

SBY: Kasus Ketua MK Kasus Hukum, Jangan Dibelokkan ke Politik

Kamis, 3 Oktober 2013 17:28 WIB
SBY: Kasus Ketua MK Kasus Hukum, Jangan Dibelokkan ke Politik
KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Sejumlah petugas keamanan dan kepolisian berjaga di rumah dinas Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar di kompleks menteri, Jalan Widya Chandra III No 7, Jakarta Selatan, Rabu (2/10/2013) malam. Di rumah dinas inilah Akil Mochtar bersama dua orang lainnya ditangkap petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT). Penangkapan terkait dugaan suap dalam kasus sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. KOMPAS/LUCKY PRANSISKA 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan penangkapan  terhadap Ketua Mahkamah Kontitusi Akil Mochtar di kediamannya Kompleks Widya Chadra III, No 7, Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2013), malam, murni kasus hukum. Jadi tidak ada kaitannya dengan persoalan politik.

"Kasus ini peristiwa tadi malam ini adalah kasus hukum. Saya melihatnya sebagai kasus hukum, bukan politik," tegas Presiden, saat konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (3/10/2013).

Karena itu, dia tegaskan, kalau kasus hukum, selesaikan, tegakkan secara hukum. Jangan dipolitisasikan. Pasalnya, banyak usaha di negeri ini mencampuradukkan hukum dengan politik, dan sebaliknya politik dengan hukum.

"Kalau ada seseorang diberikan tindakan karena hukum jangan dibawa-bawa ke politik, dibelokkan ke politik, tidak mendidik dan merusak kejernihan berpikir rakyat Indonesia," tandas SBY.

"Kalau hukum yang hukum, kalau politik yang politik. Saya yakin penegak hukum akan tahu mana yang hukum dan mana yang poltiik," imbuhnya.

Lebih lanjut dengan operasi tangkap tangan tadi malam,  Presiden secara khusus, mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saya senantiasa mengajak KPK dan juga lembaga penegak hukum yang lain untuk terus gigih melakukan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi. Saya pribadi mendukun penuh. Saya yakin rakyat ind juga mendukung penuh. Hanya demikianlah kita makin ke depan makin bersih, keadilan makin tegak sehingga kita bisa berbuat lebih banyak lagi untuk rakyat yang sama-sama kita cintai," ujarnya.

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
0 KOMENTAR
2359331 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas