Kamis, 18 Desember 2014
Tribunnews.com

Ratu Atut Gagal Berhaji Lantaran Dicegah KPK

Jumat, 4 Oktober 2013 18:46 WIB

Ratu Atut Gagal Berhaji Lantaran Dicegah KPK
kompas.com
Ratu Atut Chosiyah 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Danang Setiadji Prabowo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur Banten, Rano Karno tak ingin terlalu banyak berkomentar mengenai sengketa Pilkada Lebak yang menyeret nama Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah. Ditemui Tribun usai acara HUT ke-13 Provinsi Banten, Rano mengatakan dirinya tak tahu mengenai apa yang disengketakan dalam Pilkada Lebak.

"Saya enggak tahu, jujur saya enggak tahu. Memang masih wilayah Banten, cuma saya enggak ngerti soal itu," kata Rano, Jumat (4/10/2013) di gedung DPRD Banten.

Rano yang mengenakan setelan jas dan peci warna hitam, kemudian menjelaskan ketidakhadiran Ratu Atut dalam rapat paripurna HUT ke-13 Banten. Menurutnya orang nomor satu di Banten itu sedang tidak enak badan.

"Ibu Atut yang saya tahu, kurang enak badan. Bukan cuma hari ini, tapi dari empat hari yang lalu. Yang saya tahu, beliau memang lagi agak flu," tuturnya.

Rano lalu mengatakan rencana Atut untuk pergi naik haji. Namun karena dicegah bepergian ke keluar negeri oleh KPK, Rano menuturkan rencana tersebut sepertinya batal.

"Memang mau haji, cuma kayaknya enggak jadi haji. Kalau lihat beritanya, pakai nanya ente (kenapa Atut tidak jadi naik haji). Kalau namanya bahasa cekal (pencegahan), ya enggak bisa keluar negeri. Cuma apa haji ini termasuk komponen itu (pencegahan)?" kata Rano.

Saat ditanya tanggapannya mengenai pencegahan Atut, orang nomor dua di Banten itu tak mau berkomentar lebih jauh karena merasa belum terlalu paham masalahnya.

"Jujur, saya no comment dulu, karena belum paham masalahnya apa. Artinya, kalau dalam konteks ke provinsi, kami belum tahu. Tentu saja kami prihatin," ujarnya seraya menegaskan pelayanan di Pemprov Banten tak terganggu oleh kabar pencekalan Atut.

Pencegahan Ratu Atut ke luar negeri oleh KPK terjadi sehari setelah sang adik, TCW ditangkap KPK. Penangkapan itu merupakan pengembangan dari operasi tangkap tangan KPK terhadap Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar. Dari keterangan pihak KPK, TCW diduga berperan sebagai pemberi suap dalam perkara Pilkada Lebak, Banten yang ditangani MK.

Penulis: Danang Setiaji Prabowo
Editor: Hasiolan Eko P Gultom

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas