• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribunnews.com

Abraham Samad: KPK Belum Putar Rekaman CCTV Rumah Akil Mochtar

Senin, 7 Oktober 2013 09:00 WIB
 Abraham Samad: KPK Belum Putar Rekaman CCTV Rumah Akil Mochtar
Warta Kota/Henry Lopulalan
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama pimpinan KPK, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto menunjukkan barang bukti Operasi Tangkap Tangan (OTT) dugaan suap sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK), di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (3/10/2013). Dalam OTT tersebut ditahan Ketua MK, Akil Mochtar bersama 5 orang lainnya karena diduga terlibat dalam tindak pidana penyuapan terkait pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah dan Kabupaten Lebak, Banten. Warta Kota/Henry Lopulalan 

Laporan Wartawan Tribun Timur Edi Sumardi

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum memutar rekaman closed circuit television (CCTV) yang disita dari rumah dinas Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar, Jl Widya Chandra, Jakarta.

Pemutaran CCTV itu, dinilai bisa menjadi jalan bagi KPK untuk mengetahui aktivitas di rumah yang dihuni tersangka kasus suap Akil Mochtar. Terutama terkait kasus suap sengketa pemilihan kepala daerah.

Apalagi, ada rumor yang beredar bahwa ada kepala daerah terekam CCTV datang ke rumah dinas itu dan berusaha menyuap.

"Belum ada itu, belum ada," kata Ketua KPK Abraham Samad, saat ditanya soal pemutaran ulang rekaman CCTV dalam kunjungannya di Makassar, Senin (7/10/2013).

Abraham, yang pernah menjadi Koordinator Badan Pekerja Anti Corruption Committee Sulawesi, masih enggan mengungkapkan secara detail kebijakan yang bakal ditempuh KPK untuk mengungkap kasus suap tersebut.

Openg, nama kecil Abraham lebih banyak tertawa saat ditanya soal kasus suap melibatkan hakim MK.

Abraham, menghadiri Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparat Penegak Hukum dalam Penanganan Tindak Pidana Korupsi yang diselenggarakan KPK, Polri, dan Kejaksaan Agung di Hotel Aryaduta, Makassar yang dibuka hari ini.

Editor: Reza Gunadha
Sumber: Tribun Timur
2 KOMENTAR
2372222 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Johan Hunt-Senin, 7 Oktober 2013 Laporkan
    Bayangkan anggota dewan terhormat yang belasan tahun itu sanggup mengerjakan Kejahatan amat keji. Kenapa Bapak Presiden tidak berlakukan Hukuman Mati buat early warning system moral bagi seluruh rakyat Indonesia ? kalau tidak maka beliaulah yang harus bertanggung jawab pada akhirnya, karena Hukuman korupsi, Pembunuhan,Perampokan, Pemerkosaan,Teroris,Narkoba sangatlah ringan dimata Calon Pelanggar Berikutnya.sangat lah sedih kalau masih berlarut larut tidak diberlakukan dalam masa mendatang. Itu sama saja menjerumuskan Bangsa ini ke lubang kejahatan. Buktikan saja.
  • Sipatih Lidah-Senin, 7 Oktober 2013 Laporkan
    wah bakal makin banyak nih yg kena ciduk kpk... bravo, maju terus kpk
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas