• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Tribunnews.com

Kekayaan Keluarga Ratu Atut dan Kemiskinan Banten

Rabu, 9 Oktober 2013 08:49 WIB
Kekayaan Keluarga  Ratu Atut dan Kemiskinan Banten
/Tribunnews.com/Abdul Qodir
Mobil Kijang Innova B 1558 RFY dan Bantley B 888 GIF yang terparkir di rumah Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, Jalan Denpasar IV Nomor 35, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (3/10/2013), tampak dilingkari garis KPK. Dua dari empat mobil yang terparkir di garasi disegel petugas KPK setelah suami Airin, Tubagus Chairy Wardana atau Tubagus Wawan, ditangkap di rumah itu pada Rabu (2/10/2013) malam. (Tribunnews.com/Abdul Qodir) 

Tribunnews.com, JAKARTA -  Keluarga Gubernur Banten Ratu Atut mendapat sorotan publik dalam sepekan terakhir ini. Terlebih ketika KPK menangkap Tubagus Chaeri Wardana, adik Ratu Atut Chosiyah, yang diduga terkait suap sengketa Pilkada Lebak Banten di Mahkamah Konstitusi (MK).

Namun yang membuat publik tercengang adalah deretan mobil mewah di garasi rumah Tubagus di Jalan Denpasar Jakarta. Ada 11 mobil mewah dari berbagai jenis yang ditemukan KPK di kediaman Tubagus, suami dari Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi diketahui. Di antaranya Ferrari, Bentley dan Lamborghini, dan berbagai jenis mobil lainnya.

Kekayaan Airin sendiri bahkan mencapai Rp 103 miliar. Sementara kakak iparnya, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, tercatat sudah tujuh tahun belum melaporkan kembali LHKPN kepada KPK.

Tercatat 24 Agustus 2013, Airin memiliki total harta Rp 103 miliar  terdiri dari Rp 59 miliar harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan yang tersebar di Jakarta, Bandung, Bogor dan Tangerang Selatan.


Sebelumnya dalam keterangan pers di Serpon Banten, Minggu (6/10/2013), Jawara (Jaringan Warga untuk Reformasi) Banten yang terdiri dari gabungan berbagai LSM yang ada di Banten dan Jakarta seperti Masyarakat Transparansi (Mata) Banten, Koalisi Guru Banten, Lingkar Madani, Indonesian Corruption Warch (ICW),  dan Aliansi Lembaga Independen Peduli Publik (Alipp) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut tuntas harta keluarga dinasti Ratu Atut.

Dalam kesempatan itu Koordinator ICW Danang Widoyoko mengatakan temuan mobil mewah di garasi rumah Airin berbanding terbalik dengan kemiskinan di Banten yang dilaporkan sejumlah LSM di Banten.


Dikutip Tribunnews.com, Rabu (9/10/2013), dari situs BPS Banten tercatat jumlah penduduk miskin di Banten pada Maret 2013 mencapai 656.243 orang (5,74 persen) , meningkat 7.989 orang (8,00 persen) dibandingkan dengan penduduk miskin pada September 201 2 yang sebesar 648.254 orang ( 5,71 persen).

Selama periode September 2012 - Maret 2013 , penduduk miskin di daerah perkotaan  bertambah sekitar 30.343 orang (dari 333.453 orang pada September 201 2 menjadi 363.796 orang pada Maret 201 3 ), sementara di daerah perdesaan berkurang 22.354 orang (dari 314.801 orang pada September 2012 menjadi 292.447 oang pada Maret 2013).


Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan padaSeptember 2012 sebesar 4,41 persen, meningkat menjadi 4,76 persen pada Maret 2013.

Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan mengalami penurunan,yaitu dari 8,31 persen pada September 2012 menjadi 7,72 persen pada Maret 2013. (aco)

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Gusti Sawabi
Sumber: Tribun Jakarta
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas