• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 19 April 2014
Tribunnews.com

Penyidik Sita Dua Troli Dokumen dari Kantor Tubagus Wawan di Serang

Kamis, 10 Oktober 2013 21:58 WIB
Penyidik Sita Dua Troli Dokumen dari Kantor Tubagus Wawan di Serang
TRIBUN/DANY PERMANA
Pengusaha Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (3/10/2013). Wawan yang telah ditetapkan KPK sebagai tersangka bersama Ketua MK Akil Mochtar, diduga terlibat dalam suap pengurusan sengketa pilkada Banten. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Edwin Firdaus

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Kantor Cabang PT. Bali Pasific Pragama di Serang, Banten, Kamis (10/10/2013). Diketahui, perusahaan tersebut adalah milik tersangka dugaan suap penanganan perkara Pilbub Lebak Banten di Mahkamah Konstitusi (MK) Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

"Geledah di kantor tersangka TCW (Tubagus Chaeri Wardana) yang ada di Serang," kata Juru Bicara KPK Johan Budi melalui pesan singkatnya, Kamis (10/10/2013).

Menurut Johan, penggeledahan tersebut dilakukan sejak siang tadi. Kini, penggeledahan sudah selesai dilakukan. Informasi dihimpun Tribun Network, tim penyidik sampai di KPK sekitar pukul 18.00 WIB.  Dua troli besi yang berisi dokumen juga diangkut penyidik dari penggeldahan tersebut.

Sebelumnya KPK menggeledah kantor PT Bali Pacific Pragama yang berada di Gedung The East lantai 2 Nomor 2, Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Penggeledahan berlangsung selama kurang lebih 10 jam sejak Senin (7/10/2013) sore hingga Selasa (8/10/2013) dini hari.

Dalam penggeledahan di kantor adik dari Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah tersebut, penyidik KPK membawa pulang 15 boks dokumen yang dinilai dapat menjadi barang bukti tambahan. Dari penggeledahan di rumah Wawan, KPK menyita lima kardus yang diduga berisi dokumen. Penggeledahan di rumah ini juga mengungkapkan adanya 11 mobil mewah yang diparkir di garasi rumah Wawan.

Terkait penyidikan kasus ini, KPK telah menggeledah sejumlah tempat lainnya, di antaranya rumah Wawan di Jalan Denpasar, Jakarta, kantor Akil di Gedung MK, Jakarta, rumah dinas Akil di Kompleks Widya Chandra, Jakarta. Jakarta. Sementara itu, dalam penggeledahan di rumah Akil, tim penyidik menyita uang Rp 2,7 miliar yang disimpan dalam dua tas.

Sedangkan dari rumah Akil di Liga Mas Pancoran, penyidik KPK menyita tiga mobil mewah Akil dan surat berharga senilai Rp 2 miliar.

Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
2390462 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas