Jokowi Masih Merajai Survei Calon Presiden

Tingkat elektabilitas Wiranto berada di angka sekitar 10,7 persen dan Prabowo sekitar 9,4 persen

Jokowi Masih Merajai Survei Calon Presiden
Warta Kota/Alex Suban
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menemui para buruh yang berunjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (31/10/2013). Mereka menuntut kenaikan UMP hingga Rp 3,7 juta. Sementara itu rapat dewan pengupahan di Balai Kota berlangsung tanpa kehadiran perwakilan buruh. (Warta Kota/alex suban) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo masih merajai hasil survei calon presiden RI. Survei Indonesia Research Center (IRC) menempatkan kader PDIP itu di urutan pertama dengan tingkat keterpilihan sebesar 36,2 persen.

Demikian hasil IRC yang diperoleh dari 8200 responden. Sementara Wiranto dan Prabowo Subianto masih berebut menduduki peringkat kedua sebagai calon yang paling banyak dipilih untuk menjadi presiden Indonesia 2014.

Tingkat elektabilitas Wiranto berada di angka sekitar 10,7 persen dan Prabowo sekitar 9,4 persen.

"Persaingan ketat terjadi di posisi kedua. Dukungan terhadap Wiranto terlihat menguat berdasarkan survei yang dilakukan IRC pada September hingga Oktober ini," kata Peneliti IRC Yunita Mandolang dalam keterangan yang diterima Tribunnews.com, Kamis (31/10/2013).

Yunita mengatakan dibandingkan survei yang dilakukan IRC pada Mei lalu yang dilakukan dengan metode yang sama, dengan jumlah responden 1978, elektabilitas Wiranto sudah naik 6 poin dalam empat bulan terakhir.

Saat itu, elektabilitas Wiranto baru di kisaran 4 persen, sementara Prabowo sudah mencapai sekitar 16 persen.

"Pascadeklarasi, pasangan Wiranto–Hary Tanoesoedibjo, capres-cawapres yang diusung partai Hanura memang terlihat intensif keliling ke berbagai daerah meningkatkan popularitasnya," katanya.

Meskipun urutan elektabilitas masih sangat mungkin berubah, namun elektabilitas Wiranto dan HT telah naik cukup signifikan. Kenaikan itu menggerus suara Prabowo, yang selama ini mengunci posisi kedua di berbagai survei.

Sementara itu, elektabilitas Megawati Soekarnoputri dan Aburizal Bakrie belum banyak bergeser dibandingkan survey IRC yang dilakukan empat bulan lalu, yaitu berturut-turut berada di kisaran 8 dan 6 persen.

"Tingginya tingkat elektabilitas Golkar (14.48 persen) nampaknya tidak dapat mengalirkan suara untuk Aburizal Bakrie yang hanya memiliki kisaran elektabilitas sekitar 7,6 persen," kata Yunita.

Halaman
12
Penulis: Ferdinand Waskita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved