Jumat, 27 Maret 2015
Tribunnews.com

Daftar Harta yang Disita KPK Terkait Akil Mochtar

Selasa, 5 November 2013 21:19 WIB

Daftar Harta yang Disita KPK Terkait Akil Mochtar
Warta Kota/Henry Lopulalan
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar sedang ngobrol dengan tamunya di pada jam kunjungan tahanan KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (31/10/2013). Akil Mochtar yang tersangkut suap dalam sengketa pilkada Lebak Banten dan Tanjung Mas. (Warta Kota/Henry Lopulalan)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pasca-ditangkap KPK pada 2 Oktober 2013 karena kasus suap sengketa pemilukada, KPK menyita sejumlah rekening dan harta terkait mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar.

Kuasa hukum Akil, Tamsil Sjoekoer, mengatakan, setidaknya ada 13 rekening yang diblokir dan disita pihak KPK terkait kasus kliennya, Akil Mochtar. Selain rekening, KPK juga menyita tiga mobil Akil, yang satu unit di antaranya diatasnamakan sopir.

"Rekening Pak Akil ada enam dan dua deposito, istri Pak Akil, Bu Ratu Rita ada dua rekening, anak ada satu rekening, perusahaan CV Ratu Samagat ada dua rekening, termasuk satu rekening mertua Pak Akil yang menjadi tempat uang pensiunan dan satu rekening saudaranya Pak Akil di Putussibau," ujar Tamsil saat berbincang dengan Tribunnews.com, Selasa (5/11/2013).

Tamsil merinci, enam rekening Akil berisi dana sekitar Rp 10 miliar, dua deposito Akil berisi dana Rp 2,5 miliar, dua rekening Ratu Rita berisi Rp 300 juta, rekening anak Akil-Ratu Rita berisi dana Rp 70 juta, dua rekening perusahaan milik istri Akil CV Ratu Samagat berisi dana Rp 109 miliar.

"Rekening mertua yang pensiunan PNS sama saudaranya Pak Akil yang di Putussibau isinya enggak banyak, saya lupa persisnya," jelas Tamsil.

"Tahu-tahu, pas mertuanya mau ambil uang pensiun, dikasih tahu orang bank tidak bisa diambil karena permintaan pusat. Isi uangnya enggak banyak, itu uang pensiunan PNS. Kami juga bingung sendiri kaitannya apa kok mereka juga ikut diblokir. Kalau seorang anak kirim uang ke ibunya, masa' enggak boleh," imbuhnya.

KPK menangkap Akil Mochtar, anggota DPR dari Partai Golkar Chairun Nisa dan pengusaha Cornelis Nalau di rumahnya, Jakarta, pada 2 Oktober 2013. Dari tangan Cornelis, KPK menyita uang Rp 3 miliar, yang diduga untuk menyuap Akil terkait pemulusan sengketa Pemilukada Gunung Mas.

Halaman12
Penulis: Abdul Qodir
Editor: sanusi
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas