• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 30 Oktober 2014
Tribunnews.com

Hubungan Indonesia-Australia Diprediksi Membaik Usai Pemilu 2014

Selasa, 26 November 2013 12:24 WIB
Hubungan Indonesia-Australia Diprediksi Membaik Usai Pemilu 2014
Tia Aprilla
Seorang Demonstran memasang baliho di depan Kantor Kedutaan Besar Australia, Jakarta. Jumat (22/11/13). Aksi Massa dipicu tindakan negari Kangguru melakukan penyadapan kepada petinggi di negara Indonesia. (Tia Aprilla) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hubungan diplomatik Indonesia - Australia diperediksi akan mulai mencair setelah pemilu 2014. Hal tersebut berdasarkan analisis bahwa kasus penyadapan yang dilakukan Australia tersebut akan digunakan sebagai isu pemilu.

"Saya kira agak lama karena di Indonesia mau Pemilu. Artinya isu ini juga dipakai secara domestik ya mungkin 2014 baru mulai adem. Bisa jadi besok ini dimunculkan lagi," ujar peneliti dari The Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Philips J. Vermonte, di kantornya, Senin (25/11/2013) malam.

Secara khusus, Vermonte sendiri mengatakan hubungan diplomatik Indonesia-Australia memang tidak pernah mulus. Dua negara bertetangga ini sebelumnya juga beberapa kali bermasalah bahkan sejak puluhan tahun lalu.

Sebut saja tahun 1974 dan 1999 terkait permasalahan Timor Timur (kini Timor Leste dan membentuk negaranya sendiri).

Dua periode tersebut dinilai Vermonte sebagai bentuk kebutuhan aksi penyadapan dilakukan. Tak terkecuali Indonesia yang menyadap Australia Vermonte mengutip pernyataan Badan Intelijen Negara- ketika Timor Timur hendak merdeka.

"Tapi ini penyadapan tahun 2009 itu situasi lagi damai, hubungan Indonesia-Australia lagi baik-baiknya. SBY terpilih dua kali. Orang itu kan menyadap kalau ada keragu-raguan kalau ada pemerintah baru mau ngapain. Tapi ini kan yang terjadi orang yang terpilih lagi. Jadi Australia sudah kenal, sudah tahu," kata Vermonte.

Presiden SBY dan Perdana Menteri Australia Tony Abbott diberitakan telah berkirim surat terkait kejadian mata-mata tersebut. Namun publik tidak mengetahui apa jawaban dari Abbott dalam suratnya kepada SBY.

Akibat aksi penyadapan terhadap Presiden SBY dan beberapa petinggi negara tersebut, Vermonte mengatakan aksi spionase negara kangguru tersebut juga merusak prinsip saling percaya di Asia Tenggara yang telah lama terbentuk.

Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Willy Widianto
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas