• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Tribunnews.com

Wali Kota Surabaya: Mari Sini Berikan pada Saya Anak-anak yang Nakal itu

Sabtu, 30 November 2013 08:48 WIB
Wali Kota Surabaya: Mari Sini Berikan pada Saya Anak-anak yang Nakal itu
Kompas.com
Tri Rismaharini 

Tribunnews.com  - Di tengah krisis kepemimpinan di Indonesia, sosok pemimpin yang penuh kerendahan hati dan rasa kemanusiaan tetapi tegas menjadi dambaan. Pemimpin dengan tekad untuk mengabdi, jauh meninggalkan ketertarikan pada keriuhan panggung politik.

Dewan Guru Besar Universitas Indonesia menghadirkan sosok Tri Rismaharini dalam Seminar "Indonesia Menjawab Tantangan Kepemimpinan Menuju Bangsa Pemenang" di Kampus Universitas Indonesia (UI), Jakarta Pusat, Jumat (29/12/2013). Wali Kota Surabaya ini diminta untuk bertutur tentang kesehariannya memimpin kota yang baru saja meraih penghargaan internasional "Future Government Award 2013" di tingkat Asia Pasifik untuk dua kategori sekaligus, Data Center dan Data Inclusion.

Risma, sapaan akrabnya, bertutur, saat dirinya menyusuri jalanan di lingkungan rumahnya di suatu pagi, sebelum jarum jam menunjukkan pukul 6. Dia berpapasan dengan seorang anak yang belakangan diketahuinya sebagai anak berkebutuhan khusus. Risma mengaku sempat berpikir bahwa anak di hadapannya itu merindukan kasih sayang sehingga dia mengajaknya berbincang.

"Saya yakin dia dibuang keluarganya. Dia memeluk sebuah tas berisi baju bagus-bagus," kata Risma.

Dalam program yang dirancang Risma bersama aparatnya di Pemerintahan Kota Surabaya, anak itu kemudian dibimbing oleh para guru dan psikolog. Di tempat itu, beberapa anak berkebutuhan khusus diajari berkesenian. Maka, kerja keras dan kasih sayang Risma dan pembantunya, para aparat daerah berbuah manis.

"Sekarang mereka sudah buat pameran lukisan, memamerkan lukisannya," kata Risma yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan peserta seminar.

Kasih sayang pemimpin struktural, lanjutnya, juga harus diwujudkan dalam penanganan anak-anak nakal dan putus sekolah. Di Ibu Kota Jawa Timur itu, tidak sedikit orang tua yang mulai menyerah mendidik dan merawat anaknya karena tak lagi tahan dengan kenakalan sang anak.

"Mari sini, berikan pada saya," kata Risma.

Dan sekali lagi, perempuan yang berpengalaman bekerja pada birokrasi itu merangkul anak-anak terbuang itu. Di rumah penampungan milik pemda, anak-anak itu ditanyai cita-cita dan keinginannya. Kemudian, mereka diberi keterampilan dan latihan sesuai dengan keinginan si anak. Bahkan bela diri sekali pun.

"Saya ajari tinju. Tidak apa, daripada gelut (berkelahi) di luar. Saya bilang, dulu Mike Tyson latihan di sini. Saya bohong-bohongi sedikit," ujarnya berkelakar yang disambut gemuruh tawa peserta.

Dan kini, sang anak tengah berlatih di sasana tinju terkemuka di daerah itu. Yang lain, dilatih bersepeda oleh pemda. Dan Surabaya patut berbangga, karena anak-anak nakal itu berhasil memboyong medali perak pada lomba bersepeda pada SEA Games yang dihelat di Indonesia, 2011 lalu.

Tak hanya itu, perempuan kelahiran 1961 itu percaya, keberhasilan pembangunan suatu daerah juga mengandung peran aktif warganya. Atas kepercayaannya itu, dia sangat jarang memberi bantuan uang atau logistik secara cuma-cuma bagi warganya.

Itulah yang dilakukannya pada seorang perempuan penjual gorengan. Perempuan itu menyambangi Risma pada sebuah kunjungan ke sekolah. Risma kemudian tahu, perempuan tersebut sudah dua hari tidak berdagang yang tentu membuat penghasilan keluarganya menurun.

Risma memang memberi perempuan tersebut sejumlah uang untuk makannya dan keluarganya. Namun kemudian, Risma juga memfasilitasinya dengan keterampilan membuat dan mendesain baju. Tidak tanggung-tanggung, perempuan itu kini telah mengekspor baju-bajunya hingga ke Amerika dan Eropa.

Satu per satu pengalaman dan pencapaiannya dalam memimpin Kota Surabaya sejak tahun 2010 lalu disampaikannya, termasuk di antaranya pembangunan Taman Wungkul yang didaulat sebagai taman terbaik di Asia oleh PBB.

Setiap jeda bertutur, peserta selalu menyambutnya dengan tepuk tangan. Tak ayal, penuturan Risma membuat terkesan anggota Dewan Guru Besar (DGB) UI yang hadir di aula Fakultas Kedokteran UI. Ketua DGB Fakultas Ilmu Budaya UI Riris Sarumpaet termasuk yang tidak dapat menutupi kekaguman dan rasa harunya.

"Saya kira semua yang hadir di sini terharu dana meneteskan air mata," kata Riris.

Gaya bertutur Risma yang sederhana membuatnya terkesan. Menurutnya, justru dari kesederhanaan itulah tampak kasih sayang seorang ibu yang lahir dari hati perempuan.

"Pendekatan Bu Risma adalah pendekatan yang penuh kemanusiaan, dan dengan segala kerendahan hatinya. Periksalah kepeduliannya," kata Riris pada kesempatan yang sama.

Riris mengatakan, Indonesia membutuhkan pemimpin seperti Risma, yaitu pemimpin yang mau bekerja untuk rakyatnya.

"Sekarang siapa pemimpin yang mau bekerja untuk kita?" ucapnya.

Riris percaya, Indonesia masih memiliki harapan akan hadirnya pemimpin yang membawa bangsa ini menjadi pemenang.

Editor: Gusti Sawabi
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
7 KOMENTAR
2600322 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Arumsari Anantasia-Rabu, 12 Februari 2014 Laporkan
    kesian deh org yg gk bs membedakn antara pencitraan dan ketulusan. Pny mata tak bisa melihat, pny telinga gk bs mndengar, pny hati tak pny nurani. Itu tuh, org yg bkan pencitraan org yg sering nongol di iklan pilkada tuh. kamseupay tak berkelas.
  • Viona Marsha-Selasa, 31 Desember 2013 Laporkan
    Emang ya manusia itu susah lihat hal baik dari seseorang...
    Ada pemimpin yg cinta rakyatnya dan berusaha membenahi satu kota aja masih di cari kekurangannya...
    Kalo mau jahat coba bandingin surabaya 10 tahun lalu sama sekarang...
    Jauh lebih bagus sekarang jauh banget...
    Seminar guru besar ini gak ngada2 kok, para profesor bener2 terharu sama cara Bu Risma menyampaikan idenya...
    Bu Risma itu bener2 polos dan tulus dalam menyampaikan ide..
    Silakan tanya profesor UI yg hadir kalo tidak percaya... Saya sudah tanya makanya saya tahu..
    Kebun binatang itu mau dibetulin kan malah sebelumnya kebun binatangnya gak diurus, sekarang mau diurus malah ketangkep dailymail jadi momennya ga pas, seolah-olah Bu Risma gak ngerawat, padahal yg salah ya perusahaan daerah kebun binatangnya, kenapa gak dirawat wong sudah ada uangnya, dikemanain uangnya? Lihat gambaran besarnya kalo mau komentar jangan narrow minded
  • Doni M Qodri-Sabtu, 28 Desember 2013 Laporkan
    maaf nih, tapi kok bahasanya kayak bahasa pencitraan, penuh sanjungan berlebihan kayaknya, mungkin Bu Risma bisa sedikit mencurahkan kepedulian, kerendahan hati, kesederhanaan, pengabdian, dan kasih sayangnya ke Kebun Binatang Surabaya supaya ga jadi sorotan dunia terus nih kekejamannya.
  • Componk Wijaya-Sabtu, 30 November 2013 Laporkan
    Salut buat PDIP yg mampu melahirkan pemimpin2 muda yg berkarya dan berhati nurani Indonesia.
  • Lukman-Sabtu, 30 November 2013 Laporkan
    emang ok bu Risma...
  • Tanyakan Padanya-Sabtu, 30 November 2013 Laporkan
    sudah habiskah laki2 di dunia ini. laki itu pemimpin. wanita itu untuk di pimpin.
  • kian santang-Sabtu, 30 November 2013 Laporkan
    Saingani jokowi...
    Pantes ae pdip koit...
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas