Sabtu, 25 April 2015
Tribunnews.com

Wali Kota Surabaya: Mari Sini Berikan pada Saya Anak-anak yang Nakal itu

Sabtu, 30 November 2013 08:48 WIB

Wali Kota Surabaya: Mari Sini Berikan pada Saya Anak-anak yang Nakal itu
Kompas.com
Tri Rismaharini 

Tribunnews.com  - Di tengah krisis kepemimpinan di Indonesia, sosok pemimpin yang penuh kerendahan hati dan rasa kemanusiaan tetapi tegas menjadi dambaan. Pemimpin dengan tekad untuk mengabdi, jauh meninggalkan ketertarikan pada keriuhan panggung politik.

Dewan Guru Besar Universitas Indonesia menghadirkan sosok Tri Rismaharini dalam Seminar "Indonesia Menjawab Tantangan Kepemimpinan Menuju Bangsa Pemenang" di Kampus Universitas Indonesia (UI), Jakarta Pusat, Jumat (29/12/2013). Wali Kota Surabaya ini diminta untuk bertutur tentang kesehariannya memimpin kota yang baru saja meraih penghargaan internasional "Future Government Award 2013" di tingkat Asia Pasifik untuk dua kategori sekaligus, Data Center dan Data Inclusion.

Risma, sapaan akrabnya, bertutur, saat dirinya menyusuri jalanan di lingkungan rumahnya di suatu pagi, sebelum jarum jam menunjukkan pukul 6. Dia berpapasan dengan seorang anak yang belakangan diketahuinya sebagai anak berkebutuhan khusus. Risma mengaku sempat berpikir bahwa anak di hadapannya itu merindukan kasih sayang sehingga dia mengajaknya berbincang.

"Saya yakin dia dibuang keluarganya. Dia memeluk sebuah tas berisi baju bagus-bagus," kata Risma.

Dalam program yang dirancang Risma bersama aparatnya di Pemerintahan Kota Surabaya, anak itu kemudian dibimbing oleh para guru dan psikolog. Di tempat itu, beberapa anak berkebutuhan khusus diajari berkesenian. Maka, kerja keras dan kasih sayang Risma dan pembantunya, para aparat daerah berbuah manis.

"Sekarang mereka sudah buat pameran lukisan, memamerkan lukisannya," kata Risma yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan peserta seminar.

Kasih sayang pemimpin struktural, lanjutnya, juga harus diwujudkan dalam penanganan anak-anak nakal dan putus sekolah. Di Ibu Kota Jawa Timur itu, tidak sedikit orang tua yang mulai menyerah mendidik dan merawat anaknya karena tak lagi tahan dengan kenakalan sang anak.

"Mari sini, berikan pada saya," kata Risma.

Halaman123
Editor: Gusti Sawabi
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas