Marsma TNI Sulastri Baso, Jenderal Bintang Satu TNI AU ke-7

Perempuan berdarah Makassar ini memulai kariernya di dunia militer sebagai bintara Wara

Marsma TNI Sulastri Baso, Jenderal Bintang Satu TNI AU ke-7
Wahyu Aji/Tribunnews.com
Marsma TNI Sulastri Baso

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - TNI Angkatan Udara kembali memiliki Perwira Tinggi (Pati), wanita bernama Marsma TNI Sulastri Baso yang dilantik sebagai staf ahli Kepala Staf Angkatan Udara (Pati Sahli KSAU) Bidang Iptek baru-baru ini. Sulastri Baso merupakan Wara ketujuh yang berhasil mencapai level perwira tinggi.

Perempuan berdarah Makassar ini memulai kariernya di dunia militer sebagai bintara Wara masukan Sekolah Bintara angkatan VI tahun 1979.

Ketertarikannya di dunia militer sebenarnya tidak sengaja. Putri pasangan Baso dan Sabaria ini dimulai saat ia membaca dan melihat gambar seorang Wara yang ada di selebaran. Saat itu ia tengah magang di salah satu Puskesmas di Makassar. Dirinya mencoba keberuntungan dengan mendaftar bintara Wara tanpa mengerti strata kepangkatan.

"Yang penting saya bekerja. Orang tua saya sangat bangga dan mendukung anaknya menjadi TNI, terutama ibuku. Sekalipun cita-cita saya sebetulnya bukan menjadi tentara tetapi ingin jadi sarjana," ujarnya, Selasa (17/12/2013)

Setelah dilantik, Sulastri Baso pertama kali ditempatkan di rumah sakit Halim (RUSPAU) dengan pangkat sersan dua selama satu tahun lebih dan berkesempatan sekolah terjun PARA tahun 1980. Satu tahun kemudian mendapat kesempatan untuk mengikuti test sekolah penerbang dan dinyatakan lulus. Sulastri dilantik sebagai Wara penerbang pertama tahun 1982 dengan pangkat calon perwira (Capa).

Penugasannya sebagai penerbang dimulai di skadron 17 di Lanud Halim Perdanakusuma. Perjalanan karier Sulastri selanjutnya adalah sebagai perwira penerbang Wingsops 001 Kopatdara, perwira penerbang Skadron Udara 2 Lanud Halim, Kasiops Skadud 31 Wing I Lanud Halim, Kasilatsat Subditlatva Silatsat Ditopslatau, Pabandarenlatsat Pabandyalatsat Paban III/Lat, Pabandya I/Latsat Paban III/Lat Sopsau, Pabandya Dukops Koopsau I, Danlanud Sam Ratulanggi, Aspers Kosek Hanudnas II Makassar, Dostun Gol IV Seskoau, Dirjian Air Power Seskoau dan Pati Sahli Kasau Bid Iptek.

Menurut Sulastri, menjadi seorang wanita sekarang ini tidak mudah, karir di pelupuk mata harus dikejar, tapi jati diri dan keluarga tidak boleh terlantar.

"Bagi saya, karier dan keluarga harus berjalan harmonis. Untuk menyikapinya, saya selalu berkomunikasi dengan keluarga, apapun dan dimanapun. Harus ada waktu untuk mengingatkan anak waktunya salat makan atau menanyakan kegiatan lain lewat telpon. Yang jelas saling percaya, saling mengingatkan serta terbuka dengan suami dan anak," kata jenderal bintang satu tersebut.

Menyambut Hari Ibu ini, Marsma TNI Sulastri Baso berpesan selayaknya perempuan Indonesia khususnya Wara memiliki kemampuanmultiperan dengan mencontoh peran ibu Kartini.

"Perempuan Indonesia harus maju, profesional tapi tidak lupa kodratnya. Wanita harus mengejar ilmu setinggi-tingginya untuk berjalan sebagai mitra pria dalam mengisi pembangunan," katanya.

Tags
TNI AU
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved