• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribun Pemilu 2014

Wali Kota Surabaya Lawan Terkuat Jokowi di Pilpres

Minggu, 29 Desember 2013 12:47 WIB
Wali Kota Surabaya Lawan Terkuat Jokowi di Pilpres
Imanuel Nicolas Manafe/Tribunnews.com
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi usai memantau JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang di Jalan Dr Satrio, Jakarta Selatan, Kamis (26/12/2013). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia mengumumkan hasil survei Opinion Leader Mencari Lawan Jokowi. Survei yang dilaksanakan mulai tanggal 16-27 Desember 2013 itu mengerucut pada lima nama.

Pakar Psikologi Politik dari Universitas Indonesia, Hamdi Muluk, mengatakan masyarakat saat ini sudah menolak nama-nama lama dan menginginkan nama baru yang sudah terlihat kerja nyatanya.

"Masyarakat ingin Jokowi, nama lainnya ditolak. Ini tidak sehat untuk demokrasi. Demokrasi yang bagus harus menghasilkan persaingan antara yang terbaik dengan yang terbaik. Sekarang hanya ada satu nama yang terbaik," kata Hamdi saat paparan di Hotel Morrisey, Minggu (29/12/2013).

Dalam surveinya, kata Hamdi, pihaknya menguji beberapa dimensi seperti visioner, leadership, intelektualitas, ketrampilan politik, ketrampilan komunikasi politik, stabilitas emosi, kemampuan manajerial, penampilan, dan integritas moral hingga muncul beberapa nama.

Seperti Ketua KPK Abraham Samad, akademisi Anies Baswedan, Wagub DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Walikota Surabaya Tri Rismaharini, CEO Trans Corp Chairul Tanjung, Wakil Menteri PAN-RB Eko Prasojo, CEO Garuda Indonesia Emirsyah Satar, CEO PT KAI Ignatius Jonan, Menteri Keuangan Chatib Basri, entrepreneur Tri Mumpuni, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Ia pun menyebutkan nama yang termasuk dalam lima besar yang diperkirakan dapat menandingi Jokowi dalam kontestasi Pilpres. Berdasarkan persentasenya, urutan pertama penantang Jokowi ada Tri Rismaharini, urutan kedua Ahok, dan di urutan berikutnya ada nama Anies Baswedan, Chairul Tanjung, dan Abraham Samad.

Sedangkan nama nama capres yang ditolak berdasarkan survei sesuai urutannya, ada nama Prabowo, Rhoma Irama, Aburizal Bakrie, Megawati, Pramono Edi, Wiranto.

"Kriteria capres yang penting itu integritas moral. Orang yang kakinya tidak digelayuti pengusaha, berani mundur kalau salah. Saat ini ada masalah dalam integritas sehingga nama-nama lama tidak menginspirasi Indonesia kedepannya," tuturnya.

"Fenomena Jokowi ubah landscape politik. Orang saat ini perlu karya nyata, mencari ada cacatnya tidak. Jokowi harus dilawankan dengan Jokowi-Jokowi lain, ambil nama-nama ini," tandasnya

Penulis: Danang Setiaji Prabowo
Editor: Budi Prasetyo
19 KOMENTAR
2720941 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Rikko Damendra-Senin, 30 Desember 2013 Laporkan
    kalau papa milih ahok habis deh indonesia.....bisa2 indonesia dijual ke cina dan dikomunisasi pelan2 ama ahok.....sekarang aja dia mulai mau buka tempat pelacuran di jakarta dgn alasan porsi dia.....sementara dimana2 sibuk menutup tempat pelacuran eh dia malah mau mengumpulkan pelacuran di satu yempat...
  • Bieszma Lezmana-Senin, 30 Desember 2013 Laporkan
    Jakarta baru, jakarta yang punya cita" atas pemimpinnya... konsistensi amanah yang selama ini menjadi tolak ukur integritas pemimpin harusnya terjaga olehnya.. namun isu yang ada hanyalah kerakusan jabatan yang menghinggapi yuforia tokoh yang dinikmati media... inginku semuanya berjalan atas dasar kearifan dan trust yang baru terdengar dari Jakarta.. semoga Jakarta terus maju dan menjadi contoh bagi semua kota... #Jakartabaru
  • Abdul Chamid-Senin, 30 Desember 2013 Laporkan
    Pengamat jangan cona menutak atik lagi siapa yang layak di capreskan. Akui realita,lembaga survey manapun, dimanapun survey dilakukan jokowi tetp saja jauh diatas yang lain. Ini kan sudah membuktikan bahwa jokowi yang dikehendali mayoritas rakyat indionesia untuk mipin negeri ini. Rakyat sudah bosan dengan calon calon yang hanya menyengsarakan rakyat tanpa tanggung jawab.Karakter kepemimpinan Jokowi, prestasi yang sudah diperlihatkan dari ketulusan, kesigapan dan kecepatan dalam mengatasi masalah jakarta sudah terbaca oleh publik di seluruh pelosok. Jadi tak usah di utak atik sekehendak pengamat.
  • sar wono-Minggu, 29 Desember 2013 Laporkan
    SECARA PSIKOLOGO RAKYAT SUDAH CUKUP TERTEKAN.BAIK SECARA MORIL MAUPUN MATERIIL,ITULAH SAAT INI RAKYAT SEMAKIN TAHU DAN PINTAR.TAPI SAYANGNYA ORANG2 YANG PINTAR SEMAKIN MEMBODOHI RAKYAT YANG SEMAKIN PINTAR.JANGAN LAGI MEMBODOHIN RAKYATLAAAH.SEBELUM RAKYAT INDONESIA MARAH.
  • Arman Bejo-Minggu, 29 Desember 2013 Laporkan
    Kalau diadu-adu pasti ada yg kalah tapi seharusnya mas Hamdi carikan pasangan siapa yg baik saat ini kemudian biar rakyat yg memilih/menetukan nanti saat pemilu jangan kelompok anda sendiri yg merasa benar sendiri dan mau seolah-olah menjelekan org yg kelompok anda tidak sukai.
  • Wong Magetan-Minggu, 29 Desember 2013 Laporkan
    Survei yg tdk akurat. Survei seperti itu tdk mngkin mewakili pendpt masyarakat Indonesia yg beragam. Prabowo & Megawati punya pendukung jutaan orang, knp tdk terwakili dlm survei tsb? Hamdi Muluk seblmnya sudah sering dibayar pihak tertentu u/ membuat survei, menunjukkan kesan bahwa pihak yg membayar punya suara byk. Dia bawa2 nama UI jd kesannya akurat. Hrsnya dia tdk perlu bawa institusi pendikan yg seharusnya bersifat netral, bukan u/ kepentingan politiknya.
  • Jamharif-Minggu, 29 Desember 2013 Laporkan
    Setuju Jokowi berpasangan dg Tri dari Srby. Siap jadi relawan mnsukseskan psangan Jokowi asal tdk dg orang2 lama. Mdh2an Jokowi bisa keras thdp pemberantasan korupsi seperti yg dilakukan sekarang dg ahok. Akan lebih bagus jika Jokowi berpasangan dg Ahok lagi
  • Aris aris-Minggu, 29 Desember 2013 Laporkan
    hebatnya jokowi..selalu degelontorkan oleh survei2 yang enggak jelas siapa yg disurvei..media bener2 bikin jokowi seperti dewa, kalau warga mau ingat2 10 tahun yg lalu, pak SBY juga dianggap seperti dewa karena media loh..hehe
  • bukitsari-Minggu, 29 Desember 2013 Laporkan
    Jokowi RI-1, Ahok DKI-1, Risma Jatim-1, Anies Baswedan Mendiknas, Jonan Menhub, Bambang Wijoyanto Jaksa Agung, Abraham Samad tetap Ketua KPK.... Mantap !!!
  • agus pranoto-Minggu, 29 Desember 2013 Laporkan
    menurut saya jokowi tak perlu berkampanye berlebihan karena rakyat indonesia adalah bukti nyata dan bukan janji semata
  • BRAVO [banned]-Minggu, 29 Desember 2013 Laporkan
    Komentar tidak ditampilkan karena user telah di banned
  • Heru Sardjono-Minggu, 29 Desember 2013 Laporkan
    Salah satu dari pesaing Jokowi, diduetkan saja sebagai pendamping Jokowi pada pilpres 2014 ...
  • BRAVO [banned]-Minggu, 29 Desember 2013 Laporkan
    Komentar tidak ditampilkan karena user telah di banned
  • Shufwan Fikry-Minggu, 29 Desember 2013 Laporkan
    demokrasi sehat kayak apa sih ? sehatkan dulu fikiran dan otak mu Hamdi muluk ...... !
  • Pak Joko-Minggu, 29 Desember 2013 Laporkan
    HaHaHa..... media masa mmg sangat kuat mmpengaruhi public.
    Tapi tetep namanya politik, masing-masing ada KEPENTINGANNYA.
    --------''Yach asal jangan halalkan segala cara''-------
  • Vivie Binti Musya-Minggu, 29 Desember 2013 Laporkan
    yang gak sehat itu ya pikirannya si hamdi ini.. psikolog sakit jiwa dn pikiran
  • Lee MinThoel-Minggu, 29 Desember 2013 Laporkan
    diciutkan lagi seleksinya yg lebih pantas memimpin yaitu Abraham Samad & Ahok lah yg layak.......
  • Mimi BAJ [banned]-Minggu, 29 Desember 2013 Laporkan
    Komentar tidak ditampilkan karena melanggar aturan
  • Persetan Pemerintahan-Minggu, 29 Desember 2013 Laporkan
    Untuk apa demokrasi sehat pemerintahannya kayak gini, ma rakyat ndiri garang, ma asing lemah lembut....
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas