Organisasi IYD Untuk Anak Muda Indonesia yang Peduli Isu Internasional

Sebuah Organisasi yang diberi nama Indonesia Youth Diplomacy (IYD) didirikan pada Senin (23/12/2013)

Organisasi IYD Untuk Anak Muda Indonesia yang Peduli Isu Internasional
Indonesian Youth Diplomacy
Kepala BKPM Mahendra Siregar saat memberikan kata sambutan di launching Indonesian Youth Diplomacy di pusat kebudayaan Amerika Serikat @america, Pacific Place, Jakarta, Senin (23/12/2013). 

TRIBUNNEWS.COM - Sebuah Organisasi yang diberi nama Indonesia Youth Diplomacy (IYD) didirikan pada Senin (23/12/2013), di pusat kebudayaan Amerika Serikat @america, Pacific Place, Jakarta. Organisasi untuk merupakan wadah untuk anak muda Indonesia yang tertarik dengan isu-isu internasional mulai dari ekonomi, finansial, iklim dan budaya,

Dalam rilis yang diterima redaksi Tribunnews.com, Selasa (31/12/2013), pendirian organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan partisipasi pemuda dalam diplomasi internasional, juga meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan nasional dan kerjasama internasional. Bertindak sebagai Project Leader IYD launch, Gracia Paramitha dan tim berharap IYD bisa menjadi wadah bagi pemuda-pemudi Indonesia yang tertarik pada isu-isu pembangunan, finansial, lingkungan, dan ekonomi di skala internasional. Selain itu, IYD memberi kesempatan bagi pemuda untuk mendalami isu-isu tersebut dan mengaplikasikan pengetahuan dalam kegiatan strategis di mana pemuda bisa mengembangkan jaringan dan kerjasama.

Ketua BKPM Mahendra Siregar pada sambutannya di acara peluncuran Indonesian Youth Diplomacy menekankan pentingnya sebuah visi yang ingin diraih dalam berdiplomasi. Namun, visi tersebut harus disertai dengan kemampuan komunikasi yang baik. “Diplomasi harus dilakukan dengan visi yang jelas berdasarkan target yang ingin kita capai. Diplomasi yang baik dimulai dengan visi, lalu kemudian kita harus mengetahui bagaimana cara mengomunikasikan visi tersebut dengan baik.”

Co-Chair IYD Natasha Ardiani menuturkan, pada awal berdirinya di tahun 2010, IYD hanya berfokus pada pengiriman delegasi pemuda ke G20 Youth Summits / Y20 Summits. Namun seiring berjalannya waktu, IYD mencoba memperluas portfolio dengan menambah beberapa program seperti Franco-Indonesian Youth Fellowship, UN Youth Delegates dan Post-2015 Development Agenda. “Target kami agar pemuda Indonesia dapat berkontribusi lebih besar dan secara berkesinambungan pada forum-forum internasional strategis, terutama yang mempengaruhi kebijakan di tingkat regional dan global. Kami berharap lebih banyak pemuda ‘melek isu’ baik di tingkat regional dan global yang mempengaruhi arah kebijakan dalam negeri.”

“Di era globalisasi di mana interkonektivitas sudah semakin tinggi dan batas negara sudah semakin kabur, penting bagi pemuda untuk terbekali dengan kemampuan diplomasi. Pemuda kini bisa mengambil peran sebagai pengamat, pelaku atau pengawas dalam proses diplomasi dan pengambilan kebijakan. Diplomasi tidak hanya terjadi di meja perundingan dan oleh 'diplomat’ atau pihak yang memiliki otoritas. Untuk menjamin terjadinya hal tersebut, IYD secara intensif melakukan capacity building untuk mendorong kemitraan global dengan berbagai pemangku kepentingan,” tutur Natasha menambahkan.

Indonesian Youth Diplomacy berpendapat setiap warga negara bisa menjadi citizen diplomat bagi negaranya sendiri. Namun dalam pelaksanaan dan tata cara rekrutmen, IYD memiliki beberapa persyaratan bagi siapapun yang ingin bergabung dalam program-program yang dikelola oleh IYD. Di antaranya, warga negara Indonesia, berumur 18-30 tahun, berstatus pelajar, lulus perguruan tinggi atau sedang bekerja, dan memiliki pemahaman yang baik terhadap isu-isu terkait program yang yang sedang dijalankan.

Editor: Widiyabuana Slay
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved