Kamis, 2 April 2015
Tribunnews.com

Ini Frasa yang Dihapus MK dalam 'Pasal Karet' KUHP

Kamis, 16 Januari 2014 20:47 WIB

Ini Frasa yang Dihapus MK dalam 'Pasal Karet' KUHP
Ilustrasi ketuk palu hakim

Laporan Wartawan Tribunnews, Eri Komar Sinaga

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) menghapus frasa 'sesuatu perbuatan lain maupun perlakukan yang tak menyenangkan' dalam Pasal 335 ayat (1) butir 1 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana atau kitab undang-undang hukum pidana (KUHP).

Hal tersebut merupakan putusan MK dalam uji materi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang kitab undang-undang hukum pidana dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang hukum acara pidana.

"Menyatakan frasa 'sesuatu perbuatan lain maupun perlakukan yang tak menyenangkan' dalam Pasal 335 ayat (1) butir 1 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana atau kitab undang-undang hukum pidana juncto UU RI Nomor 73 Tahun 1958 tentang menyatakan berlakunya UU Nomor 1 Tahun 1946 RI Tentang peraturan hukum pidana untuk seluruh wilayah RI dan mengubah kitab undang-undang hukum pidana bertentangan dengan UUD 1945," ujar ketua majelis, Hamdan Zoelva, di ruang sidang utama, Jakarta, Kamis (16/1/2014).

Dalam pertimbangannya, Mahkamah menilai kualifikasi 'sesuatu perbuatan lain maupun perlakukan yang tak menyenangkan' tidak dapat diukur secara objektif. Seandainya pun dapat diukur, maka ukuran tersebut sangatlah subjektif dan hanya berdasarjan atas penilaian korban, para penyidik, dan penuntut umum semata.

Sedangkan hal tidak menyenangkan secara umum merupakan dampak dari semua tindak pidana karena setiap tindak pidana jelas tidak menyenangkan dan tidak ada dampak pidana yang tidak menyenangkan.

Menurut Mahkamah, akibat dari adanya rumusan delik, membuka peluang bagi penyidik dan penuntut umum untuk berbuat sewenang-wenang terhadap orang lain berdasarkan suatu laporan.

Halaman12
Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas