Sabtu, 30 Mei 2015
Tribunnews.com

Pegawai Bea Cukai di Entikong Nyambi Jadi Pengusaha Jasa Truk Angkut

Jumat, 17 Januari 2014 20:21 WIB

Pegawai Bea Cukai di Entikong Nyambi Jadi Pengusaha Jasa Truk Angkut
beacukai.go.id
Langen Projo saat menjabat Plh Kepala Kantor Wilayah DJBC Riau dan Sumbar) menjadi Inspektur Upacara dalam Diklat Teknis Umum (DTU) Kesamaptaan Balai Diklat Keuangan Pekanbaru untuk tahun anggaran 2013, Selasa (28/5/2013) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Syafruddin Kepala Seksi Kepabeanan di Kantor Pelayanan dan Pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kelas C Entikong pun menyediakan jasa angkutan truk untuk barang-barang dari Tabedu menuju pelabuhan Pontianak. Itu merupakan bisnis sampingan Syafruddin sebagai pegawai Bea dan Cukai bersama Harry Liwoto.

"Nyambi-nyambi juga, kan bisa juga kan? Dengan ada kegiatan ini jasa ekspedisi ini cukup lumayan juga di sana," kata Direktur Tindak Pidana Khusus Barekrim Polri Brigjen Pol Arief Sulistyanto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (17/1/2014).

Syafruddin merupakan seorang pejabat bea cukai yang masuk dalam daftar transaksi mencurigakan Pusat Pelaporan Analisis Keuangan (PPATK). Dari penelusuran tersebut terungkap lah kasus suap yang menyeretKepala Bidang Penindakan dan Investigasi Kantor Wilayah Riau dan Sumatera Barat Langen Projo.

Langen Projo pernah menjadi atasannya Syafruddin saat bertugas di Entikong, saat itu Langen pernah menjadi Kepala Kantor Pelayanan dan Pengawasan Kelas C Entikong, Kalimantan Barat. Kepolisian pun akan mendalami kemungkinan Langen mendapatkan setoran juga dari Syafruddin.

"Ya kan LP (Langen Projo) kan pernah menjadi komandannya Syafruddin," katanya.

Syafruddin menampung uang hasil suap dalam tiga rekening yang diatas namakan kernet truknya bernama Ratiman. Dari tiga rekening tersebut total uang yang masuk sebesar Rp 19,7 miliar. Sementara dua rekening atas nama Syafrudin bernilai Rp 11 miliar. Sementara ini, Ratiman belum dijadikan tersangka dalam kasus tersebut. "Nanti dulu lah. Kan duitnya Syafruddin juga," katanya.

Halaman12
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas