Ruhut: Saya Siap Dipotong Leher dan Kuping Kalau Ibas Korupsi

Ruhut dengan tegas mengatakan putra bungsu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu tidak terlibat dalam kasus korupsi

Ruhut: Saya Siap Dipotong Leher dan Kuping Kalau Ibas Korupsi
Tribunnews/DANY PERMANA
Politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul (tengah) berdialog dengan Aktivis ICW, Tama S Langkun (kanan) dalam acara Polemik dengan tema Kado Anas Bikin Panas di Jakarta, Sabtu (11/1/2014). Diskusi tersebut membahas tentang penahanan mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga terkait kasus korupsi proyek Hambalang. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul menegaskan Sekjen partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono adalah orang yang bersih.

Ruhut dengan tegas mengatakan putra bungsu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu tidak terlibat dalam kasus korupsi.

Bahkan Ruhut siap dipotong leher dan kupingnya bila Ibas terlibat kasus korupsi.

"Aku pertaruhkan. Siap saja. Siap dipotong leher, kuping juga," kata Ruhut di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (4/2/2014).

Anggota Komisi III DPR itu menegaskan Ibas tidak mungkin terlibat dalam kasus SKK Migas maupun Hambalang. Apalagi KPK juga tidak menemukan alat bukti keterlibatan Ibas.

"Tidak ada alat bukti, kalau pengakuan Yulianis itu kan saudara bininya Anas. Ibas itu teladan, orang bersih," ujarnya.

Pernyataan Ruhut itu terlontar ketika ditanya mengenai Denny Karmaina yang bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada hari ini.

Direktur PT Rajawali Swiber, Denny Karmaina disebut pernah memberikan bingkisan kepada mantan Deputi Pengendalian Bisnis SKK Migas Gerhard Marteen Rumeser untuk Rudi Rubiandini.

Ketika itu, Rudi masih menjabat Kepala SKK Migas. Denny sendiri disebut-sebut sebagai sahabat dekat Edhie Baskoro alias Ibas, putra bungsu Presiden SBY.

"Pernah ada titipan. Tapi saya tak tahu titipan itu (isinya) apa," kata Gerhard saat bersaksi untuk terdakwa Rudi Rubiandini di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (4/2/2014).

Saat dicecar Jaksa, apa isi bingkisan tersebut, Gerhard mengaku tak tahu pasti. Namun, dia menduga isi dalam bingkisan berupa tas besar itu berisi dokumen-dokumen.

"Bingkisannya seperti dokumen-dokumen. Tebal isinya banyak dalam tas itu," kata Gerhard.

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Willy Widianto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help