• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Tribunnews.com

TNI AL: Singapura Tidak Bisa Ikut Campur Internal Indonesia

Sabtu, 8 Februari 2014 13:58 WIB
TNI AL: Singapura Tidak Bisa Ikut Campur Internal Indonesia
DOK
Sersan Usman (kiri) dan Kopral Harun (kanan) Dua prajurit KKO ini digantung pemerintah Singapura saat konfrontasi Dwikora tahun 1968 yang namanya bakal diabadikan di Kapal Perang Republik Indonesia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia, khususnya TNI Angkatan Laut, tidak akan mengubah penggunaan nama Usman Harun di kapal perang barunya kendati Singapura melayangkan protes dan keprihatinan.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Untung Surapati menegaskan, pihaknya tetap pada keputusan penggunaan nama Usman Harun pada KRI.

"Tidak ada kebijkan baru dengan adanya protes mereka. Lagipula mulai Menlu, Komisi I DPR mendukung itu, jadi kami tidak akan merubah nama itu. Ini urusan dan kewenangan TNI AL, urusan dalam negara Indonesia. Tidak boleh siapaun dari asing, termasuk Singapura, mencampuri, intervensi urusan penamaan kapal perang RI ini," kata Untung saat dihubungi Tribun, Sabtu (8/2/2014).

Untung menegaskan, penggunaan nama Usman Harun pada KRI sudah melalui proses dan mekanisme mendalam oleh tim TNI AL.

Digunakannya nama Usman Haji Mohamed Ali dan Harun Said pada kapal perang Indonesia adalah sebagai bentuk penghormatan bagi para pahlawan nasional atau prajurit TNI AL yang berjasa kepada bangsa dan negara.

"Apapun itu, mereka adalah pahlawan kita. Menjadi suatu yang wajar kita menggunakan nama mereka sebagai wujud penghormatan atas jasa mereka. Kita sebagai generasi bangsa sudah sepantasnya menghormati dan menghargai jasa mereka," kata Untung.

Usman Haji Mohamed Ali dan Harun Said adalah dua anggota Pasukan Khusus Komando Tertinggi (sekarang; Korps Marinir TNI AL) yang mendapatkan misi infiltrasi dan sabotase di Singapura dalam operasi Dwikora pada Maret 1965. Operasi atas perintah Presiden Soekarno itu dilakukan untuk mencegah pembentukan negara-negara yang disebut 'boneka Inggris'.

Usman dan Harun sukses menjalankan misi itu dengan berhasil melakukan pengeboman di MacDonald House, Orchard Road, Singapura. Serangan ini menewaskan tiga orang dan melukai 33 lainnya.

Namun, Usman dan Harun ditangkap militer Singapura saat kembali ke Indonesia setelah speedboat mereka mogok.

Pemerintah Singapura melayangkan protes dan menyampaikan keprihatinan setelah mengetahui nama kedua tentara Indonesia itu digunakan pada kapal perang TNI Angkatan Laut yang baru.

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Johnson Simanjuntak
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
8 KOMENTAR
2900532 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • agus hanafi-Minggu, 9 Februari 2014 Laporkan
    Tidak ada aturan internasional yg menetapkan masalah pemberian nama kapal perang dijadikan alasan penolakan izin merapat ke suatu wilayah negara. Itu karena singapur bangsa lebay...
  • Teguh Sukardjo-Minggu, 9 Februari 2014 Laporkan
    singapore negara kecil kok kakean omong..batam,riau dkk kirim asap sgra...
  • warno suwarno-Sabtu, 8 Februari 2014 Laporkan
    buat nico l : singapura mau beri nama kapal perang mereka apa saja suka2mereka. misalnya : KRS "Kolor Ijo" KRS "Oplosan" asal gak menghina martabat Negara dan rakyat Indonesia
  • Rama Astina-Sabtu, 8 Februari 2014 Laporkan
    KENAPA SINGAPURA PROTES TERHADAP NAMA KRI USMAN HARUN, KARENA BISA MENGINGATKAN PADA RAKYAT INDONESIA TENTANG KEANGKUHAN SINGAPURA YG TIDAK PERNAH MAU MEMAAFKAN TETANGGA. ITULAH SIFAT NEGARA GUREM SINGAPURA YG SOK JAGO
  • Nico L-Sabtu, 8 Februari 2014 Laporkan
    Kalau cerita ini dibalik gimana ya.. misalnya agen-agen Singapura menghancurkan Monas dan membunuh 3 orang dan banyak yang luka-luka, kemudian Singapura memberikan gelar pahlawan dan memberi nama kapal sebagai penghormatan, Apa kira-kira kita akan diam atau bereaksi lebih keras dari Singapura?
  • rosedee tikyan bhayangkara-Sabtu, 8 Februari 2014 Laporkan
    sebenarnya...tni itu pinya nyali nomor 1 di dunia.dgn alat yg seadanya tp berani melawan musuh yg pmua peralatan yg lbh modern.semua tahu itu.merdeka atau mati.....mati atau malu
  • Ratuadil-Sabtu, 8 Februari 2014 Laporkan
    Batalkan latihan bersama dgn Australia dan Singapura ! Kita latihan sendiri lebih bagus ! Putuskan hubungan diplomatik dgn Australia dan Singapur, hidup sendiri lebih tenteram ! Betul kan pak TB Hasanuddin !
  • muhammed-Sabtu, 8 Februari 2014 Laporkan
    BRAVO TNI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas