• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Tribunnews.com

Pendeta Tidak Boleh Jadi Anggota Legislatif

Senin, 10 Februari 2014 14:51 WIB
Pendeta Tidak Boleh Jadi Anggota Legislatif
ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pendeta adalah panggilan Allah. Oleh karena itu, pendeta tidak boleh berpolitik praktis apalagi mencalonkan diri menjadi anggota legislatif.

"Kita (pendeta) tidak boleh berpolitik praktis. Saya tentang pendeta jadi caleg. Saya doakan tidak menang. Karena korbannya adalah jemaatnya," ujar Ketua Umum Persekutuan Gereja Pentakosta di Indonesia (PGPI), Pdt Dr Jacob Nahumay, saat menjadi pembicara dalam seminar 'Peranan Gereja Membangun Politik Bersih dan Berkualitas Dalam Pemilu 2014' di GBI Mawar Sharon, Jakarta, Senin (10/2/2014).

Menurut Jacob, jemaat menjadi korban karena pendeta tersebut saat berkhotbah akan mengandung muatan politik.

Jacob mencontohkan adanya partai politik dalam Pemilu sebelumnya pernah mencalonkan pendeta menjadi anggota legislatif.

Lebih jauh dijelaskannya, pendeta itu sebenarnya ada dua yakni pendeta keluaran dan kejadian. Pendeta kejadian adalah pendeta yang 'dijadikan' karena pengabdiannya di sebuah gereja. Pendeta jenis ini tidak melalui sekolah teologia. Sementara pendeta keluaran adalah pendeta yang memang bersekolah.

"Pendeta itu panggilan Allah. Yang saya maksudkan yang sekolah. Untuk itu orang seperti ini karena dia sudah dipanggil khusus dia tidak boleh menjadi caleg. Karena dia sudah dipanggil gereja kenapa dia melenceng? tapi dia bisa mendampingi (caleg) supaya nggak nyasar," tukas Jacob.

Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Johnson Simanjuntak
4 KOMENTAR
2908601 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas