• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 21 September 2014
Tribunnews.com

Kapolri: Polisi yang Ditembak di Gowa Dalam Posisi Tidak Siap Diserang

Selasa, 11 Februari 2014 13:43 WIB
Kapolri: Polisi yang Ditembak di Gowa Dalam Posisi Tidak Siap Diserang
Tribun Timur/Sanovra JR
Iskandar, kerabat almarhum Iptu Muhammad Daud menangis saat memperlihatkan foto jenazah saat berada di tempat kejadian perkara (TKP) di rumah sakit Bhayangkara, M, Selasa (11/2/2014). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-- Insiden penembakan kembali menimpa anggota Polri, kali ini menimpa anggota Polres Gowa, Sulawesi Selatan, atas nama Iptu Muhammad Daud.

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 04.55 WITA, Selasa (11/2/2014). Anggota Intelkam Polres Gowa tersebut tewas diterjang peluru orang tidak dikenal tidak jauh dari kediamannya.

Kapolri Jenderal Polisi Sutarman mengungkapkan bahwa kejadian tersebut bermula saat korban menegur seseorang yang mencurigakan, karena posisinya tidak siap, ia menjadi korban penembakan.

"Tadi pagi ada lagi jadi itu naluri kepolisiannya, jadi ada orang mencurigakan ditegor, tapi pada saat menegur tidak siap dirinya berfungsi dalam tugasnya sebagai polisi jadi tidak siap," kata Sutarman saat ditemui di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Selasa (11/2/2014).

Ia pun menilai bahwa kejadian yang menimpa Muhammad Daud hampir serupa dengan kejadian yang menimpa Briptu Nurul Afandi seorang polisi di bogor yang tewas di tembak kawanan pencuri sepeda motor.

"Karenanya dengan kejadian-kejadian ini, yang di Bogor kan seperti itu, orang sedang makan ini polisi sedang makan jadi tidak siap untuk itu, ada orang yang mau menncuri karena naluri polisinya kemudian ditegor, ditegor pergi begitu pergi ditembak," ungkapnya.

Dengan dua kejadian tersebut menjadi evaluasi buat Sutarman sebagai pimpinan supaya tidak ada lagi kejadian serupa yang menimpa anggotanya. Ia meminta supaya seluruh anggotanya selalu siap diserang apabila berhadapan dengan orang-orang yang dicurigai pelaku kejahatan.

"Ini mungkin akan menjadi evaluasi saya untuk mengingatkan, jadi naluri-naluri kepolisianbila menegur seseorang itu yang diduga penjahat, itu harus dalam kondisi siap , artinya siap untuk di serang," ungkapnya.

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Hendra Gunawan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
2913551 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas