Minggu, 23 November 2014
Tribunnews.com

Dirjen Tanaman Pangan Jadi Tersangka Korupsi Lampu Penangkap Hama

Rabu, 19 Februari 2014 18:32 WIB

Dirjen Tanaman Pangan Jadi Tersangka Korupsi Lampu Penangkap Hama
net
Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menetapkan 15 orang tersangka dalam kasus korupsi penggelembungan dana pengadaan light trap atau lampu penangkap hama di Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Tahun Anggaran 2012.

Dari 15 tersangka, satu diantaranya merupakan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan berinisial UKS.

Adi Toegarisman, Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, menjelaskan pihaknya sudah menyidik dugaan tindak pidana korupsi di Kementan sejak 26 September 2013

"Dalam proses penyidikan ini awalnya kami menetapkan 10 orang tersangka," kata Adi di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Kuningan, Jakarta, Rabu (19/2/2014).

Seiring berjalannya waktu, kemudian kejaksaan kembali menetapkan lima orang tersangka lainnya termasuk Dirjen Tanaman Pangan di Kementan RI.

"Dalam penyidikan dan perkembangannya didapat fakta hukum yang melibatkan beberapa orang lain yang menurut hasil penyidikan ini telah memenuhi kualitas pembuktian dengan adanya dua alat bukti permulaan yang cukup sehingga tersangka dalam perkara ini bertambah lagi sebanyak lima orang," katanya.

Sepuluh orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka lebih awal diantaranya AW selaku Pejabat Pembuat Komitmen dalam proyek pengadaan light trap tersebut, AS selaku Ketua Unit Layanan Pengadaa (ULP) Kementan RI, HAN selaku ketua Pokja Pengadaan Barang dan Jasa Kementan RI, IM manejer PT Arief, AI pimpinan PT Fomitra, AN Direktur PT Prima Sejahtera, J Direktur PT Andalan Duta Persada, AS Direktur PT Purna Darma, MY Direktur PT Parsindo Danatama, dan BA Direktur CV Hanindra Karya.

Kemudian lima orang yang baru ditetapkan sebagai tersangka masing-masing UKS (Udhoro Kasing Anggoro) Direktur Jenderal Tanaman pangan Kementan, EB (Erma Budianto) Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Direktorat Tanaman Pangan Kementan, MS dari pihak swasta, SCR dari PT Mitra Agor selaku pihak perusahaan yang menghubungkan, dan MAS dari perusahaan rekanan perusahaan pemenang tender.

"Berkas yang sebelumnya mudah-mudahan bisa segera dilimpahkan ke penuntutan, menyusul yang lima tersangka nantinya karena baru ditetapkan tersangka hari ini," katanya.

Proyek pengadaan light trap sebanyak 7.000 unit light trap pada tahun anggaran 2012 bernilai Rp 135 miliar. Dalam pengadaan tersebut, tender dimenangkan oleh lima perusahaan. Kemudian terjadi mark up harga sehingga negara merugi Rp 33 miliar.

Para tersangka dikenakan pasal 2, Pasal 3 Undang-undang Noomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi seperti diubah dan diperbaharui menjadi Undang-undang Nomor 20 tahun 2001.

Penulis: Adi Suhendi
Editor: sanusi

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas