Calon Hakim Konstitusi

Kasus Hukum Dimyati Natakusumah Ditanyakan Tim Pakar

Dimyati yang merupakan mantan Bupati Pandeglang itu juga pernah terjerat kasus korupsi korupsi bank Jabar

Kasus Hukum Dimyati Natakusumah Ditanyakan Tim Pakar
TRIBUNNEWS.COM/Hasanuddin Aco
Dimyati Natakusumah 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon Hakim Konstitusi Ahmad Dimyati Natakusumah disinggung masalah hukum yang sempat membelitnya. Pertanyaan tersebut dilontarkan anggota tim pakar Musni Umar saat uji kelayakan dan kepatutan di ruang rapat Komisi III DPR, Jakarta, Senin (3/3/2014).

"Terlalu banyak penolakan masyarakat kepada bapak, kasus suap meskipun pengadilan tidak bersalah tetapi ini rekam jejak yang akan dinilai masyarakat. Pelecehan anak dibawah usia, yang melaporkan jadi tersangka, bagaimana klarifikasinya," kata Sosiolog Musni Umar.

Diketahui, Dimyati yang merupakan mantan Bupati Pandeglang itu juga pernah terjerat kasus korupsi korupsi bank Jabar, namun ia dianggap tidak bersalah oleh Pengadilan Negeri Pandeglang pada 2010 lalu.

Dimyati mengatakan bila bersalah ia tidak berani mendaftar sebagai calon hakim konstitusi. Ia mengatakan kasus tersebut juga sudah berkekuatan hukum tetap atau incraht.

"Saya tidak mau menggantung, itu telah diselesaikan hukum, saya berani mendaftar karena tidak ada kasus itu," kata Politisi PPP itu.

Dimyati mengatakan dalam kasus tersebut pinjaman daerah sebesar Rp200miliar digunakan untuk membangun infrastruktur sekolah-sekolah di Pandeglang. Tetapi Dimyati tidak menyerahkan ke kontraktor melainkan komite sekolah.

Musni kemudian menanyakan kinerja Dimyati sebagai bupati Pandeglang. Sebab daerah itu disebut masih terdapat kesenjangan sosial.

Dimyati membantahnya. Ia mengatakan banyak kemajuan Pandeglang saat menjabat sebagai bupati.

"Negarawan penuh tantangan, penuh resiko, didalam negarawan menjalankan tugas negara tidak semua pro pasti ada kontra. Saya bebaskan raskin (beras miskin) untuk rakyat. Masyarakat meninggal dunia diberi uang makam. Orang nikah dibayar, agar tidak nikah siri," imbuh Dimyati.

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help