Jubir Presiden SBY Siap Hengkang dari Istana

“Lebih cepat lebih baik,” ujar Julian Pasha sambil tersenyum.

Jubir Presiden SBY Siap Hengkang dari Istana
Hasanudin Aco/Tribunnews.com
Juru Bicara Presiden, Julian Aldrian Pasha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tinggal enam bulan lagi. Meski masih relatif lama, rupanya Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha sudah mulai berkemas untuk meninggalkan kantornya.

Cerita itu muncul saat Julian ditanya wartawan soal rumor Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mulai berkemas.

“Saya sudah berkemas, tapi bapak Presiden yang saya tahu tidak. Yang mulai beres-beres justru saya,” ucap Julian saat dijumpai di kantornya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/4/2014).

Wartawan pun tertawa mendengar pernyataan Julian. Mantan Wakil Dekan Universitas Indonesia itu lalu ditanya alasannya sudah mulai berkemas. Ia mengaku hanya tak mau terburu-buru saat waktu untuk meninggalkan Istana tiba.

“Lebih cepat lebih baik,” ujarnya sambil tersenyum.

Saat ini, barang-barang yang ada di kantor Julian sudah mulai dimasukkan ke dalam kardus. Isinya, sebut Julian, paling banyak adalah buku-buku. Menurut Julian, buku itu kebanyakan buku yang menemaninya selama menempuh studi magister dan doktor di Jepang.

Di negeri Sakura itu, Julian juga sempat mengajar di Tokyo dan Ciba hingga akhirnya kembali ke Indonesia pada tahun 2006 dan langsung didaulat menjadi Ketua Pascasarjana FISIP UI dan kemudian diangkat menjadi Wakil Dekan FISIP UI itu. Pada tahun 2009, Julian dipercaya Presiden SBY sebagai Juru Bicara Kepresidenan.

“Barang yang saya bawa dari Jepang saja ada 3 truk kontainer, yang peti kemas. Kotak besar ukuran 4 x 4 meter masuk lah. Saya yang kerepotan nanti ditaruh di mana, di rumah kan nggak cukup,” canda Julian.

Seorang wartawan televisi pun memohon izin untuk mengambil gambar persiapan Julian meninggalkan Istana Negara. Namun, pria kelahiran Teluk Betung, Lampung ini pun tersipu malu. “Jangan deh, nanti pada sedih,” selorohnya.

Editor: Rendy Sadikin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help