Jokowi JK

Fitnah ke Jokowi Membuat Syafii Maarif Ngeri

Dia bersama relawan Muhammadiyah yang mendukung Jokowi-Kalla juga mengklarifikasi berita bohong itu dengan menyebarkan tabloid Obor Rahmatan.

Fitnah ke Jokowi Membuat Syafii Maarif Ngeri
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Calon presiden nomor urut 2, Joko Widodo (Jokowi) mengajak pendukungnya mengacungkan dua jari saat berorasi di Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (2/7/2014). Dalam acara tersebut hadir sekitar seribu warga, para ulama dan santri serta Ketua Tim Pemenangan Jokowi-JK Kabupaten Bandung Barat, Abubakar. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

"Luar biasa ngeri di sana. Beredar isu Jokowi kafir."

Jakarta - Tokoh senior Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif, prihatin. Saat berkunjung ke Sumatera Barat, Senin 30 Juni 2014, Buya Syafii banyak menemui masyarakat yang menyatakan takut memilih calon presiden nomor urut dua, Joko Widodo. Alasan mereka, Jokowi kafir.

"Luar biasa ngeri di sana. Beredar isu Jokowi kafir," kata Buya kepada tempo.co, Kamis 3 Juli 2014. Temuan Buya, informasi bohong bertebaran di banyak tempat. Begitu juga intimidasi dan politik uang. "Rakyat menerima begitu saja," kata dia.

Fakta itu dia temukan selama dua hari mengunjungi sepuluh titik di Sumatera Barat untuk menepis kebohongan tentang Jokowi itu. Namun, dia mengatakan berkeliling Sumatera Barat bukan sebagai anggota tim sukses Jokowi-Kalla. "Masalahnya, bagaimana menyelamatkan bangsa," katanya.

Dia bersama relawan Muhammadiyah yang mendukung Jokowi-Kalla juga mengklarifikasi berita bohong itu dengan menyebarkan tabloid Obor Rahmatan Lil Alamin. Buya juga melakukan wawancara dengan media lokal seperti Padang Ekspres, Metro, Rakyat Sumbar, Koran Haluan, dan TV Sumbar. Dia juga mengadakan buka bersama dengan sekitar 1.000 warga Muhammadiyah di Masjid Muhajirin.

Sebelumnya, Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini menilai bahwa kampanye hitam dapat merusak martabat masyarakat Indonesia sebagai bangsa yang beradab dan bisa menimbulkan perpecahan. "Kampanye hitam merusak segalanya. Semua pihak yang terlibat, hentikan segera (kampanye hitam)," kata dia.

Kendati berbeda sikap politik, dia meminta masyarakat tidak terjebak dengan kampanye hitam. Mereka diingatkan agar tetap menjaga kerukunan dengan saling menghargai sikap politik masing-masing. Dia meyakini warga dapat menentukan pilihannya sendiri dengan cerdas. (skj) (Advertorial)

Editor: Advertorial
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help