Otak Manusia Bilingual Bekerja Lebih Lambat

Orang yang berbicara dalam dua bahasa memiliki otak lebih efisien saat memproses bahasa.

Laporan wartawan Wartakotalive.com, Theo Yonathan Simon Laturiuw

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Orang yang berbicara dalam dua bahasa memiliki otak lebih efisien saat memproses bahasa. Sebuah penelitian baru telah membuktikan hal tersebut. Namun ternyata bekerja lebih lambat.

Peneliti berpandangan bilingual meningkatkan kemampuan menyaring informasi penting diantara informasi tak penting.

"Fungsi otak orang yang bilingual lebih tinggi kemampuannya dalam menyaring informasi yang tak dibutuhkan," ujar psikolog Universitas Toronto, Ellen Bialystok, seperti dilansir Discovery News.

Sementara itu, Psikolog Linguistik dari Universitas Northwestern, Viorica Maria, mengatakan, manusia bilingual selalu mengaktifkan dua bahasa di otaknya.

Pada akhirnya, kata Marian, ketika seseorang yang bilingual mendengar nama sebuah benda dan diminta mencarinya, maka Ia akan mencarinya dengan bahasa lain yang Ia miliki.

Namun, ada kecenderungan manusia bilingual punya otak yang lebih lambat.

Ini terbukti dari sebuah penelitian menggunakan functional magnetic resonance imaging (FMRI). Dalam penelitian discan otak 35 orang di Universitas Houston.

Terdiri dari 17 orang yang fasih berbahasa Spanyol dan Inggris, serta 18 orang hanya bisa berbahasa Inggris.

Dalam eksperimen itu relawan diminta mencari satu objek.

Misalnya disebutkan cloud. Lalu kemudian disodorkan tiga gambar. Satu gambar cloud, satu gambar clown, dan satunya lagi gambar lain. Kemudian disuruh cepat menunjuk mana yang cloud.

Hasilnya seluruh relawan yang bilingual menunjuk lebih lama ketimbang mereka yang hanya bisa satu bahasa.

Tags
Toronto
Editor: Johnson Simanjuntak
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help