Revitalisasi Teluk Benoa Bisa Maksimalkan Potensi Maritim

Sebab, laut memiliki potensi besar, tidak hanya ikan untuk konsumsi dan ombaknya untuk berselancar

Revitalisasi Teluk Benoa Bisa Maksimalkan Potensi Maritim
bali.bisnis.com
TEluk Benoa 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rencana proyek revitalisasi Teluk Benoa di Bali bisa memaksimalkan pemanfaatan potensi kemaritiman. Sebab, laut memiliki potensi besar, tidak hanya ikan untuk konsumsi dan ombaknya untuk berselancar.

“Sekarang pemanfaatan potensi kemaritiman memang belum maksimal. Saat ini baru potensi ikannya saja yang dimanfaatkan, padahal di laut itu juga ada sumber daya mineral, atau ruang laut untuk keperluan pariwisata,” kata Pengamat Maritim Hasyim Djalal dalam pernyataannya, Kamis(18/12/2014).

Hasyim menjelaskan di Jepang dan Korea misalnya, laut bahkan dijadikan bandara internasional. Tidak hanya itu pemanfaatan ruang laut demi keperluan pariwisata katanya juga sedang dikembangkan terus oleh pemerintah.

“Tentu tidak mudah untuk mengembangkan dan memaksimalkan ruang laut yang ada. Laut-laut yang kita miliki itu cantik-cantik, dan banyak. Nah, bagaimana caranya agar menarik wisatawan datang,” ujar kata ayah dari mantan duta besar Amerika Serikat Dino Patti Djalal ini.

Mengenai rencana pembangunan tempat wisata di Teluk Benoa, Bali, kata Hasyim, hal itu tentu harus dikaji kemungkinannya dengan melihat untung ruginya. “Kalau menurut saya rencana revitalisasi Teluk Benoa itu banyak untungnya dari pada ruginya. Tapi harus dibuat sedemikian rupa agar lingkungan tidak rusak,” kata mantan penasehat kepala staf TNI Angkatan Laut ini.

Karena, lanjut Hasyim, bisa saja rencana revitaliasi di Teluk Benoa itu sebagai pintu masuk untuk mengelola potensi ruang laut secara efesien dan efektif, yang hasilnya bermanfaat bagi masyarakat sekitar, tentunya mendatangkan devisa bagi negara.

“Revitalisasi Teluk Benoa merupakan pintu masuk mengelola laut secara lebih modern dan menjanjikan banyak hal bagi kemajuan bangsa,” ujar mantan anggota Dewan Maritim Indonesia ini.

Penulis: Willy Widianto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help