Hukuman Mati

Kuasa Hukum Terpidana Mati Warga Brazil Sebut Kliennya Alami Gangguan Jiwa

Tim kuasa hukum terpidana narkoba asal Brazil, Rodrigo Gularte akan mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Pengadilan Negeri Tangerang, Banten.

Kuasa Hukum Terpidana Mati Warga Brazil Sebut Kliennya Alami Gangguan Jiwa
metrotvnews
Rodrigo Gularte (Brasil) terpidana hukuman mati 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tim kuasa hukum terpidana narkoba asal Brazil, Rodrigo Gularte akan mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Pengadilan Negeri Tangerang, Banten.

Mereka telah menyiapkan 22 novum, empat belas bukti diantaranya menyebutkan Rodrigo mengalami gangguan jiwa dan tak bisa dihukum.

"Senin besok kami mau ajukan PK. Kita berharap itu akan jadi pertimbangan Jaksa Agung menunda eksekusi mati terhadap Rodrigo," kata kuasa hukum Rodrigo, dari Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat, Ajeng Larasati di Kantor Kontras, Jakarta Pusat, Minggu (26/4/2015).

Ajeng mengatakan selama ini kondisi kejiawaan Rodrigo tak pernah dijadikan pertimbangan oleh majelis hakim dalam memutuskan eksekusi mati. Dia menegaskan eksekusi tersebut segera dibatalkan Kejagung.

"Maka dengan novum yang akan diajukan dalam permohonan peninjauan kembali oleh Rodrigo, pihak kejaksaan tidak diperkenankan untuk melakukan eksekusi," kata Ajeng.

Dirinya mengatakan, alasan baru mengajukan PK saat ini lantaran dalam tiga bulan kebelakang tengah mengumpulkan data mengenai kejiwaan kliennya dari keluarga di Brazil.

Menurut Ajeng, pemerintah harus menghormati proses hukum tersebut.

"Ya pemerintah Indonesia harus menghormati proses hukum. Bearti kalau sampai buruknya tetap dieksekusi pemerintah Indonesia akan menanggung malu dimata negara-negara dunia," katanya.

Seperti diketahui Rodrigo Gularte masuk dalam daftar sepuluh terpidana mati yang saat ini telah berada di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Namun hinggi kini pelaksanaan eksekusi mati gelombang kedua masih belum ditentukan oleh Kejagung.

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Sugiyarto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved