Sejarawan: Bung Karno Lahir di Surabaya

Dirinya mengoreksi pernyataan presiden Joko Widodo yang mengatakan tokoh proklamator itu lahir di Blitar.

Sejarawan: Bung Karno Lahir di Surabaya
TRIBUN BALI/RIZAL FANANY
ilustrasi. Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri melintas didepan lukisan Presiden nomor satu Republik Indonesia Soekarno di salah satu ruangan museum Agung Bung Karno jalan Puputan Raya Renon, Denpasar, Senin (13/4/2015). Dalam kunjungannya ini putri Bung Karno ini juga menandatangani Prasasti Kongres IV PDI Perjuangan. TRIBUN BALI/RIZAL FANANY 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejarawan yang juga penulis buku Soekarno, Peter Kasenda menegaskan presiden pertama Indonesia bukan lahir di Blitar, melainkan lahir di Surabaya.

Dirinya mengoreksi pernyataan presiden Joko Widodo yang mengatakan tokoh proklamator itu lahir di Blitar.

"Bung Karno lahir di Surabaya. Bukan di Blitar," kata Peter dalam diskusi bertema 'Bung Karno Lahir Dimana?: Bagaimana Kita Memperlakukan Sejarah' di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6//6/2015).

Peter mengakui, terjadi kekeliruan mengenai tempat lahir Bung Karno apalagi setelah tahun 1965.

Menurutnya, sebelum terjadinya prahara tahun 65, buku-buku yang beredar di Indonesia selalu menyebutkan Bung Karno lahir di Surabaya bukanlah di Blitar, namun setelah tahun 65 ada buku-buku yang menyebutkan Bung Karno lahir di Blitar.

"Ada buku-buku yang diproduksi oleh negara setelah tahun 65 menyebutkan Bung Karno lahir di Blitar. Itu brarti ada yang menggeser seolah-olah sejarah Bung Karno dikaburkan," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo menghadiri peringatan puncak Hari Lahir Pancasila di Alun-alun Blitar, Jawa Timur, Senin (1/6/2015).

Saat berpidato, Presiden ke-7 RI tersebut mengaku selalu mengalami hal yang sama saat datang ke kota tempat Soekarno dimakamkam.

"Setiap kali saya berada di Blitar kota kelahiran proklamator kita, Bapak Bangsa kita, Bung Karno hati saya selalu bergetar. Getaran ini senantiasa muncul karena di kota ini, kita secara bersama-sama menghayati, semangat yang bersumber pada ide dan gagasan besar bung Karno," kata Jokowi.

Jokowi juga teringat dengan pidato Bung Karno 1 Juni 1945 dihadapan Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Saat itu Soekarno menyatakan bahwa Pancasila berkobar-kobar dalam dadanya berpuluh tahun.

"70 tahun lalu dihadapan BPUPKI beliau menyatakan, diterima atau tidak terserah saudara-saudara, tapi saya sendiri mengeri seinsyaf-insyafnya, bahwa ngga ada satupun negara yang bisa menjelma (merdeka) dengan sendirinya," kata Jokowi.

Penulis: Muhammad Zulfikar
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved