Tantowi Duga Temuan 2.952 Peluru untuk Gerakan Separatis Papua

Tantowi tak menutupi kemungkinan amunisi tersebut dipasok kepada gerakan separatis di Papua.

Tantowi Duga Temuan 2.952 Peluru untuk Gerakan Separatis Papua
Warta Kota/Nur Ichsan
Tantowi Yahya. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Tantowi Yahya meminta pemerintah lebih waspada terkait penemuan 2.952 butir peluru di CSC Garuda Indonesia Cargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, Senin (24/8/2015).

"Yang jelas ada prosedurnya, saya nggak tahu pasti, karena itu barang yang keluar masuk harus diawasi. Itu bukan barang biasa," kata Tantowi di komplek parlemen, Senayan, Jakarta.

Dirinya tak menutupi kemungkinan amunisi tersebut dipasok kepada gerakan separatis di Papua.

"Satu hal bahwa pergerakan separtis marak disana, ditandai dengan beberapa peristiwa, penurunan bendera, dan yang lain. Beda dengan yang dulu, kalau sekarang tuntutan mereka clear, bahwa mereka ingin memerdekakan diri," katanya.

Politikus Partai Golkar ini menjelaskan, beberapa waktu lalu dirinya mendapat laporan dari Dubes Indonesia di Warsawa Polandia, bahwa kantor disana didemo oleh orang asli Polandia.

"Dulu Organisasi Papua Merdeka (OPM) dapat dukungan Belanda, Inggris, sekarang masuk ke Eropa Timur. Gerakan mereka dinamis dan bergerak terus, ini harus diwaspadai dan jadi tugas berat Menkopolhukam baru," tegasnya.

Sebelumnya, Aparat Polda Metro Jaya bekerjasama dengan Kodam Jaya dan Mabes Polri menyelidiki penemuan 2.952 butir peluru di CSC Garuda Indonesia Cargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, Senin (24/8/2015).

Amunisi tanpa dokumen resmi tersebut rencananya akan dikirim ke Jayapura, Papua. Amunisi diduga dipesan oleh timsus separatis di bumi Cendrawasih tersebut.

"Kami melakukan penelusuran. Dir Intelkam Polda Metro Jaya berkoordinasi dengan Asisten Intel Kodam Jaya dan Mabes Polri," tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Mohammad Iqbal kepada wartawan, Selasa (25/8/2015).

Amunisi tanpa dokumen itu memuat Kaliber 38 SP sebanyak 575 butir, Kaliber 7.62 x 51mm sebanyak 1000 butir, Kaliber 9 x 19 mm : 500 butir, Kaliber 5.56 x 45 mm sebanyak 877 butir. Amunisi rencananya dikirim ke Jayapura, Papua, menggunakan Pesawat GA 656 pada Senin pukul 23.30 WIB.

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help