Pilkada Serentak

Putusan MK, Diprediksi Calon Tunggal di Pilkada akan Bertambah

Ia menyebutkan keputusan tersebut berdampak pada tahapan Pilkada di daerah yang memiliki calon tunggal

Putusan MK, Diprediksi Calon Tunggal di Pilkada akan Bertambah
net
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi II DPR Arwani Thomafi menghormati putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait dengan calon tunggal.

Ia menyebutkan keputusan tersebut berdampak pada tahapan Pilkada di daerah yang memiliki calon tunggal.

"Tahapan Pilkada di daerah yang hanya ada calon tunggal bisa dimulai lagi sesuai dengan keputusan MK. Solusi soal calon tunggal ini memang ada plus minusnya," kata Arwani ketika dikonfirmasi, Selasa (29/9/2015).

Arwani kemudian mengungkapkan kekurangan dan kelebihan putusan MK tersebut. Hal minus dari putusan tersebut adalah terjadinya kemunduran dalam demokratisasi Pilkada.

"Tidak ada lagi kontestasi calon," kata Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Sedangkan kelebihan putusan tersebut, tahapan pilkada dapat diselesaikan secepatnya.

"Masyarakat juga segera mendapat pemimpin yang definitif," ungkapnya.

Arwani memprediksi adanya keputusan tersebut berimbas pada Pilkada serentak 2017. Dimana semakin banyak pihak berusaha untuk mengkondisikan agar hanya terjadi calon tunggal saja.

"Salah satunya dengan modal kekuatan logistik yang besar. Dengan kata lain, bisa jadi 2017 nanti calon tunggal akan semakin bertambah," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan bahwa penyelenggaraan pilkada serentak 2015 tetap harus berlangsung di daerah yang hanya terdapat satu pasangan calon.

Dalam pertimbangan Majelis Hakim, bahwa pilkada merupakan kedaulatan rakyat untuk memilih kepala daerahnya secara langsung dan demokratis. Artinya, pilkada harus menjamin terwujudnya kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat.

Penulis: Ferdinand Waskita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved