Tidak Ada Cara Lain, Selain Menyuap Inspektur Jendral

Inilah kisah ketika seluruh pejabat sebuah kota korup.

Tidak Ada Cara Lain, Selain Menyuap Inspektur Jendral
KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES
Aksi aktris dan aktor Teater Koma saat bermain dalam teater berjudul Inspektur Jendral di Gedung Kesenian Jakarta, Kamis (6/11/2015). Pementasan yang diberi sentuhan pewayangan ini disadur dari naskah klasik Rusia berjudul Revizor karya Nikolai Gogol. 

Tribunnews.com -- Inilah kisah ketika seluruh pejabat sebuah kota korup.

Yang mereka kerjakan hanyalah mengejar kemakmuran dan kesenangan sendiri dan abai terhadap rakyat.

Wali kota menggunakan kekuasaannya untuk memeras rakyatnya, pejabat dinas kesehatan menggunakan wewenangnya untuk memotong anggaran, demikian juga pejabat pengadilan, kepala kantor pos, dan pejabat-pejabat lainnya, semua berlomba memupuk kemakmuran dengan cara-cara yang curang.

Itulah yang terjadi pada kisah pementasan Inspektur Jendral yang merupakan produksi ke-142 Tater Koma.

Pementasan yang disadur dari naskah teater klasik Rusia berjudul "Revizor" karya Nikolai Gogol yang dipublikasikan pada tahun 1836.

Yang unik pada pertunjukan Teater Koma kali ini adalah karya klasik dari negara Rusia ini ditampilkan dengan konsep pewayangan dan kental dengan unsur Indonesia.

Pementasan ini menceritakan tentang peperangan yang terjadi antara negeri Astina dan negeri Amarta.

Akibat dari persiapan perang tersebut, ibukota Astinapura mengirimkan seorang Inspektur Jendral untuk menyelidiki kota kecil yang dipimpin wali kota Ananta Bura.

Kekhawatiran mencekam di antara Wali kota dan pejabat lainnya di kota yang merasa bakal diperkarakan lantaran selama ini telah berlaku korup.

Namun, mereka tidak ada yang tahu apa yang akan Inspektur Jendral selidiki dan kapan waktunya.

Halaman
123
Editor: Gusti Sawabi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help