Prabowo: Aneh, Indonesia Mayoritas Islam Tapi Aktivis Islam Dicurigai

Mantan Danjend Kopas‎sus itu sempat heran karena dulu aktivis Islam sangat dicurigai.

Prabowo: Aneh, Indonesia Mayoritas Islam Tapi Aktivis Islam Dicurigai
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) saat menghadiri Rakornas PKS di Depok, Jawa Barat, Selasa (12/1/2016). Rakornas yang mengusung tema Berkhidmat Untuk Rakyat bertujuan untuk sosialisasi kebijakan dan program strategis untuk menguatkan konsolidasi internal sampai level provinsi. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

 TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku sudah lama memiliki hubungan persahabatan dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) .

Menurut Prabowo, itu karena kader-kader PKS merupakan teman-temannya yang berlatarbelakang aktivis saat dirinya masih menjadi tentara.

"Dalam perjalanan, hubungan saya dengan PKS sudah lama. Teman-teman saya banyak yang masuk PKS. Waktu saya di tentara, mereka aktivis dan sekarang di PKS," kata Prabowo dalam Rakornas PKS di Depok, Selasa (12/1/2016).

Mantan Danjend Kopas‎sus itu sempat heran karena dulu aktivis Islam sangat dicurigai.

Menurut dia, curiga terhadap aktivis Islam di negara yang mayoritas beragama muslim adalah sebuah hal yang aneh.

"Waktu itu aktivis Islam dicurigai. Agak aneh memang negara mayoritas Islam tapi ada aktivis Islam dicurigai," tutur Prabowo yang disambut tepuk tangan peserta Rakornas.

‎Masih kata Prabowo, pada saat PKS muncul cukup mengegerkan dunia politik Indonesia yang awalnya bernama Partai Keadilan.

Dirinya pun cukup salut dengan PKS yang merupakan partai memiliki disiplin dan militan.

"Saya saksikan sendiri (disiplin dan militan). Saya pernah kampanye bersama PKS di Jawa Tengah," ujarnya.

Meski menurutnya, PKS dianggap partai Islam garis keras, Islam yang radikal dengan ciri khas berjenggot namun hal itu tidak terbukti sepenuhnya. "Sudah dua presiden (PKS) nggak pakai jenggot, Sekjennya nggak pakai jenggot," tandasnya.

Penulis: Muhammad Zulfikar
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved