Pendukung PSI di Media Sosial Masuk Tiga Besar, Ini Sebabnya

Di era digita ini semua partai politik pasti akan menggarap media sosial sebagai alat kampanye mereka.

Pendukung PSI di Media Sosial Masuk Tiga Besar, Ini Sebabnya
Youtube
Kader dan Simpatisan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banyaknya pendukung Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di media sosial mencerminkan partai debutan tersebut mendapat sambutan positif dari kalangan anak muda dan kelas urban menengah perkotaan.

"PSI sebagai partai alternatif bagi anak muda dan kelas menengah perkotaan di tengah kebosanan mereka terhadap program-program yang ditawarkan partai-partai yang sudah mapan saat
ini," kata pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens di Jakarta, Minggu (31/1/2016).

Namun para anak muda dan juga kelas menengah perkotaan ini, kata Boni, masih ingin melihat gebrakan dan apa yang ditawarkan oleh partai besutan Grace Natalie dibanding dengan partai yang sudah ada.

"Yang past mereka (pengurus PSI) semuanya baru yang belum terkontaminasi dengan kondisi politik yang ada, sehingga diharapkanmempunyai tawaran yang menggiurkan yang diharapkan kalangan urban," harap dia.

Di era digital saat ini, Boni mengungkapkan semua partai politik pasti akan menggarap media sosial sebagai alat kampanye mereka. Caranya, parpol akan melakukan modifikasi cara kampanye dengan mendekati kalangan anak muda dan kaum perkotaan melalui media sosial seperti twitter, Facebook agar mereka lebih mengenal program-program yang ditawarkan oleh partai.

"Tapi perlu diingat jumlah pemilih diperkotaan dan anak muda tidak menjadi penentu utama dalam pemilu. Soalnya masih banyak pemilih yang tinggal di pedesaan dan tidak terjangkau internet," sebut dia.

Dengan demikian, banyaknya pengikut di media sosial tidak berbanding lurus dengan banyaknya pemilih pada pemilu 2019. "Media sosial hanya salah satu cara untuk menggaet pemilih," sebut dia.

Selain itu, followers juga belum tentu suka apa yang diikutinya. "Jadi masih harus dipilah-pilah dulu, mana followers yang selalu memperbincangkan secara positif dan mana yang tidak. Kalau
positif bisa dipastikan akan menjadi pemilih bagi partai yang
bersangkutan," pungkasnya.

Berdasarkan hasil riset Instute for Transformation Studies (INTRANS) di media sosial seperti, Facebook fans, Twitter followers, Instragram followers, Google+ followers, dan YouTube subscribers diperoleh hasil bahwa Partai Gerindra sebagai partai yang mempunyai paling banyak pengikut sebanyak 3,8 juta followers.

Selanjutnya, PDIP 1,6 juta pengikut, Partai Solidaritas Indonesia 1,1 juta. Menyusul berikutnya, Partai Hanura (555 ribu pengikut), PKS (250 ribu), Demokrat (189 ribu), PAN (143 ribu), Golkar (104
ribu), Perindo (48 ribu), NasDem (47 ribu), PPP (16 ribu) dan PKB (13 ribu).

Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved