Mendagri: Pembuatan E-KTP Cukup Satu Hari

tidak seharusnya penerbitan kartu kependudukan memakan waktu lama

Mendagri: Pembuatan E-KTP Cukup Satu Hari
Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Petugas tengah menyortir e-KTP di Kelurahan Kramat, Senen, Jakarta Pusat, Senin (19/10/2015). Perekaman e-KTP ditargetkan selesai pada akhir Desember 2015. KTP reguler pun akan mulai dinonaktifkan pada awal Januari 2016. Warta Kota/angga bhagya nugraha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo angkat bicara mengenai kinerja petugas tingkat kelurahan dan kecamatan dalam proses pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP).

Menurut Tjahjo, tidak seharusnya penerbitan kartu kependudukan memakan waktu lama, kecuali memang ada kendala teknis.

Seperti data ganda atau habisnya bahan baku pembuatan, misalnya.

Kerena itu, terang mantan Sekjen PDIP tersebut, bila sebelumnya pernah merekam e-KTP, lalu pindah domisili, cukup mengurus surat pindah dan mengganti kolom Alamat. Bukan melakukan perekaman lagi.

Justru bila perekaman lagi, maka e-KTP baru tidak akan pernah keluar.

"Buat KTP elektronik itu sebetulnya mudah, seperti bikin SIM. Namun, warganya itu harus jujur," kata Tjahjo kepada wartawan, Rabu (3/2/2016).

Berbeda kasusnya, bila warga yang hendak membuat e-KTP, tapi baru merekam, sementara kartunya tak kunjung selesai dan belum juga menerima kartu fisik tersebut.

Tjahjo menilai, bila kejadian seperti itu, maka ada masalah lain yang lebih teknis. Seperti lambannya petugas, atau benar-benar tak ada bahan produksi.

Tjahjo sendiri mengakui, sering kali ada laporan kalau blanko e-KTP habis di tingkat kabupaten/kota sehingga penerbitannya terhambat. Belum lagi soal tinta yang tak kunjung tersedia.

Namun, ungkap Tjahjo, ada juga karena kinerja petugas yang tidak profesional. Akibatnya, warga harus menunggu lama agar e-KTP mereka selesai.

"Instruksinya itu pembuatan e-KTP harus cepat. Satu hari itu juga bisa selesai. Seperti bikin SIM saja," kata Tjahjo.‎

Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help