Gara-gara Tweet Berbau SARA, Senator Fahira Panen Bully dan Dipetisi

Dua tweet yang ia keluarkan menimbulkan kehebohan karena terkait unsur yang menyinggung suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) serta dugaan fitnah.

Gara-gara Tweet Berbau SARA, Senator Fahira Panen Bully dan Dipetisi
TWITTER/FAHIRA IDRIS
Fahira Idris, Wakil Ketua Komite III DPD RI. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Fahira Idris seorang senator, Wakil Komite III DPD RI mengeluarkan pernyataan yang kontroversial.

Dua tweet yang ia keluarkan menimbulkan kehebohan karena terkait unsur yang menyinggung suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) serta dugaan fitnah.

"Target Liberal untuk membolehkan orang Kafir memimpin di wilayah mayoritas umat Muslim. #PropagandaLiberal“

“Karena, hanya Islam yang suci dan ulama mulia yang boleh masuk ke dalam politik agar tidak dikotori para politisi durjana. #PropagandaLiberal”

Dua tweet tersebut mendapat respon negatif mulai dari sutradara kawakan Joko Anwar hingga sebuah petisi.

Joko Anwar sempat mengeluarkan tweet dengan capture tweet dari Fahira Idris dan mempertanyakan apakah benar tweet tersebut dikeluarkan oleh seorang senator.

Sementara Yoyon Raunsyanfikr menggalang petisi melalui situs Change.org dan hingga berita ini diturunkan, Senin (21/3/2016), petisi tersebut sudah ditandatangani 1.790 pendukung.

Ingin ikut tandatangani petisi, silakan klik tautan berikut.

Berikut isi petisi dikutip dari Change.org:

Hari Jumat, 18 Maret 2016 Fahira Idris SE,MM seorang senator, Wakil Ketua Komite III DPD RI mengeluarkan pernyataan dalam sebuah twitmob (twit yang dilakukan oleh beberapa orang dalam waktu yang bersamaan).

Salah satu twitmobnya (twitmob no 12 & 17) berisi sebagai berikut:

"Target Liberal untuk membolehkan orang Kafir memimpin di wilayah mayoritas umat Muslim. #PropagandaLiberal“

“Karena, hanya Islam yang suci dan ulama mulia yang boleh masuk ke dalam politik agar tidak dikotori para politisi durjana. #PropagandaLiberal”

Jelas sekali bahwa dalam twitmob itu bermuatan SARA dan diskriminatif, dan menjungkirbalikkan prinsip dasar negara Indonesa, yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan Bhineka Tunggal Ika nya.

Pernyataan yang sangat tidak pantas dikeluarkan oleh Anggota Dewan Perwakilan Daerah  yang menjadi Penjaga Keutuhan NKRI, dan Konstitusi yang telah disepakati bersama.

Pernyataan senator tersebut telah melanggar tiga hal dasar penting, yakni Pancasila (Sila 1 dan 3), UUD 1945 Pasal 28D ayat 3 dan sumpah janji anggota Dewan Perwakilan Daerah. Dimana isinya adalah :

a. Pancasila

Sila 1,” Ketuhanan Yang Maha Esa

Sila 3,” Persatuan Indonesia

b. Pasal 28D UUD 1945 ayat 3

Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam

pemerintahan

c. Sumpah dan Janji Anggota DPD

“Demi Allah (Tuhan) saya bersumpah/berjanji: bahwa saya, akan memenuhi kewajiban sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, sesuai dengan peraturan perundang-undangan, serta berpedoman pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

bahwa saya dalam menjalankan kewajiban akan bekerja dengan sungguh-sungguh, demi tegaknya kehidupan demokrasi, serta mengutamakan kepentingan bangsa dan negara dan daerah daripada kepentingan pribadi, seseorang, dan golongan;

bahwa saya akan memperjuangkan aspirasi daerah yang saya wakili untuk mewujudkan tujuan nasional demi kepentingan Republik Indonesia”

Fahira Idris telah menghapus beberapa twitmobnya dan Hari Minggu 20 Maret 2016 Fahira Idris SE,MM sudah mengeluarkan pernyataan dalam twitnya bahwa dia meminta maaf atas twitmob yang telah dia lakukan.

Tetapi sama halnya ketika Fahira Idris, SE, MM melaporkan Zaskia dalam kasus Pelecehan Terhadap Lambang Negara, bahwapermintaan maaf saja tidak cukup, karena Indonesia adalah negara Hukum.

Untuk itu, kami berharap dukungan dari teman-teman semua dengan menandatangani dan menyebarkan petisi ini untuk dibawa ke Mahkamah Kehormatan Dewan, sebagai satu pembelajaran dan pengingat kepada kita semua dan khususnya anggota Dewan Perwakilan Daerah untuk tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan SARA dan Diskriminatif yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan dan tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan Bhinneka Tunggal Ika nya. 

~~~

Tweet Fahira tuai hujatan

Tweet Fahira menuai hujatan di Twitter.

Netizen bahkan menghubungkan dengan kasus Zaskia Gotik, Fahira yang melaporkan dan menjawab permintaan maaf Zaskia Gotik bahwa maaf tak menghilangkan unsur pidana mengganggu ketertiban umum justru jadi bumerang.

Tweet Fahira tersebut akhirnya dijadikan alat netizen untuk menyerang balik Fahira.

Fahira mengeluarkan dua tweet, setelah tweet kontroversial tersebut.

"Sekali lagi saya mohon maaf lahir bathin atas kesalah pahaman ini.. Insya Allah saya akan lebih berhati-hati lagi ke depannya.."

 

"Atas saran suami & teman2 @TanpaJIL disarankan untuk dihapus bbrp tweet, karena potongan tweet saya di twist mereka...."

Meski telah minta maaf dan menghapus tweet bully netizen masih mengalir ke akun Fahira. (*)

Penulis: Robertus Rimawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved