ABG Tewas Diperkosa

Pornografi Dinilai Punya Peran Dominan pada Kasus YY

Ketika hormon tersebut memenuhi otak maka akan muncul kecenderungan untuk melampiaskannya.

Pornografi Dinilai Punya Peran Dominan pada Kasus YY
TWITTER
Jagat media sosial pada Senin (2/5/2016) diramaikan dengan tagar #NyalaUntukYuyun, sebagai aksi solidaritas netizen terhadap perkosaan yang menimpa seorang pelajar SMP di Desa Padang Ulak Tanding, Kecamatan Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu pada pertengahan April 2016 yang diperkosa 14 pemuda saat pulang sekolah. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Neuropsikolog dari Universitas Bina Nusantara, Ihsan Gumilang menilai kasus perkosaan yang berujung pada kematian Yy, siswi SMP di Bengkulu, tidak semata karena faktor minuman keras.

Menurut Ihsan, alkohol yang ditenggak para pelaku sebelum melakukan perbuatan kejinya sebatas pemicu.

Terpaparnya pelaku pada konten pornografi, disebut Ihsan, merupakan faktor yang lebih dominan sebagai sebab tindakan biadab itu.

"Alkohol pada kasus Yy, saya lihat hanya katalisator. Mereka pasti banyak mengakses situs porno. Mereka seperti kecanduan sehingga berkeinginan untuk melampiaskannya," kata Ihsan Gumilang usai diskusi di Cikini, Jakarta, Sabtu (7/5/2016).

Ihsan menjelaskan otak manusia punya kecenderungan untuk melakukan kriminal dan tindakan asusila, terlebih jika sering melihat konten pornografi.

Intensitas menikmati materi pornografi menentukan besarnya dorongan untuk pelampiasan hasrat yang dipicu oleh hormon dopamin di otak.

Ketika hormon tersebut memenuhi otak maka akan muncul kecenderungan untuk melampiaskannya.

"Ketika rangsang dengan pornografi otaknya kebanjiran dopamin. Orang itu cenderung melakukan seks," katanya.

Kondisi otak yang telah diransang terus menerus oleh pornografi, jelas Ihsan, menjadi lepas kendali karena pengaruh alkohol.

"Kontrol otak belakang tidak aktif lantaran alkohol yang menekan otak di bagian dahi. Otak tidak bisa kontrol. Dengan otak tengah yang memotret konten pornografi, maka terjadilah kasus Yuyun ini," ujarnya.

Penulis: Valdy Arief
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved