Erupsi Gunung Sinabung

Korban Tewas Letusan Awan Panas Gunung Sinabung Bertambah 9 Orang

"Semua korban berada di RS. Efarina Etaham Kabanjahe."

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Jumlah korban jiwa awan panas letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, bertambah menjadi sembilan orang.

Berdasar data sementara BPBD Karo, enam orang meninggal dunia dan tiga orang kritis dengan luka bakar terkena awan panas.

"Semua korban berada di RS. Efarina Etaham Kabanjahe, "ujar Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Minggu (22/5/2016).

Dijelaskan, Semua korban adalah warga Desa Gamber Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo yang berada di zona merah saat kejadian Gunung Sinabung meletus disertai luncuran awan panas pada Sabtu (21/5/2016) pukul 16.48 Wib.

Tim SAR gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, PMI, relawan dan masyarakat terus melakukan pencarian korban dengan menyisir rumah dan kebun masyarakat.

Belum diketahui secara pasti berapa banyak masyarakat yang berada di Desa Gamber saat kejadian luncuran awan panas. Harusnya tidak ada aktivitas masyarakat.

Namun sebagian masyarakat tetap nekat berkebun dan tinggal sementara waktu sambil mengolah kebun dan ladangnya.

Alasan ekonomi adalah faktor utama yang menyebabkan masyarakat Desa Gamber tetap nekat melanggar larangan masuk ke desanya.

Pencarian dilakukan dengan tetap memperhatikan ancaman dari erupsi Gunung Sinabung.

Desa Gamber berada pada radius 4 km di sisi tenggara dari puncak kawah Gunung Sinabung yang dinyatakan sebagai daerah berbahaya atau zona merah.

Berdasarkan rekomendasi PVMBG, Desa Gamber tidak boleh ada aktivitas masyarakat karena berbahaya dari ancaman awan panas, lava pijar, bom, lapilli, abu pekat dan material lain dari erupsi.

Korban meninggal dan luka:

Meninggal:
1. Karman Milala (60)
2. Irwansyah Sembiring (17)
3. Nantin Br. Sitepu (54)
4. Leo Perangin-angin
5. Ngulik Ginting
6. Ersada Ginting (55)

Luka-luka:
1. Brahim Sembiring (57)
2. Cahaya Sembiring (75)
3. Cahaya br Tarigan (45)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved