Memburu Jaringan Teroris Santoso

Polisi Telah Antisipasi Ancaman Balas Dendam Anak Buah Santoso

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar tidak menampik anggota Polri berpotensi menjadi sasaran para kelompok teror.

Polisi Telah Antisipasi Ancaman Balas Dendam Anak Buah Santoso
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar memberikan keterangan kepada wartawan terkait kontak senjata yang diduga menewaskan teroris Santoso di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (19/7/2016). 

‎Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Boy Rafli Amar tidak menampik anggota Polri berpotensi menjadi sasaran para kelompok teror.

Terlebih pascatewasnya pimpinan kelompok Mujahidin ‎Indonesia Timur (MIT), Santoso alias Abu Wardah yang memungkinkan adanya aksi balas dendam dari anggota kelompok tersebut.

"‎Dalam konteks menghadapi itu, seluruh jajaran kepolisian sudah di warning. Sudah diberitahu agar terus meningkatkan kesiapsiagaan dan intensitasnya," terang Boy, Selasa (26/7/2016).

Mantan Kapolda Banten ini memaparkan anggota Polri baik dari Lalu Lintas, Sabhara, ataupun reserse baik yang bertugas di jalan, di pos serta di markas kepolisian pun menyadari bisa menjadi korban teror.

Dan hal itu merupakan risiko yang harus dihadapi. Pasalnya sebagai aparat penegak hukum yang menjunjung tinggi kebenaran, pasti selalu ada risiko yang harus ditempuh.

"Soal jadi serangan teror bagi kami tidak ada masalah yang penting keselamatan, keamanan, kedamaian dan kenyamanan‎ bisa kami wujudkan," imbuhnya.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help