KPK Tangkap Legislator DKI

Saksi Ahli: Atas Dasar Apa Menteri Hentikan Reklamasi? Hanya Gubernur yang Berhak

"Atas dasar apa menteri menghentikan reklamasi? Hanya gubernur yang berhak menghentikan,"

Saksi Ahli: Atas Dasar Apa Menteri Hentikan Reklamasi? Hanya Gubernur yang Berhak
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Persidangan kasus suap pembahasan rancangan peraturan daerah tentang reklamasi dengan terdakwa Ariesman Widjaja dan Trinanda Prihantoro di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (20/7/2016). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta kembali menggelar sidang dengan terdakwa Ariesman Widjaja, mantan Direktur Utama PT Agung Podomoro Land Tbk dan anak buahnya Trinanda dalam kasus suap pembangunan kawasan Pantai Utara Jakarta, Rabu (3/8/2016).

Sidang kali ini beragendakan mendengarkan keterangan saksi ahli I Gede Panca Astawa, ahli hukum tata negara.

Dalam persidangan, dirinya menyatakan bahwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) mempunyai kekuatan hukum untuk melanjutkan pembangunan kawasan Pantai Utara Jakarta.

Menurutnya, wewenang Ahok tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 52 Tahun 1995 tentang Reklamasi Pantai Utara.

"Melalui Pasal 4 di Keppres 52 tahun 1995, itu artinya memberikan kewenangan kepada gubernur DKI Jakarta. Mau diapakan saja, itu wewenang penuh ada pada gubernur," kata I Gede Panca di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (3/8/2016).

Menurutnya, dengan wewenang tersebut, Ahok berhak untuk mengeluarkan izin reklamasi kepada pengembang maupun memberhentikan proyek tersebut, jika ditemukan permasalahan dalam pelaksanaannya.

"Itu semua ada di tangan gubernur DKI," katanya.

Untuk itu Panca mengaku heran dengan keputusan Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli yang mengeluarkan moratorium terhadap proyek pembangunan kawasan Pantai Utara Jakarta.

Menurut dia, Rizal Ramli tidak mempunyai wewenang.

Halaman
12
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help