Penangkapan Terduga Teroris

Dana Bom untuk Polresta Surakarta dan Bali Tidak Sampai Rp 5 Juta

Dana terkait Solo dan Bali tidak banyak, hanya sekitar Rp 5 juta

Dana Bom untuk Polresta Surakarta dan Bali Tidak Sampai Rp 5 Juta
ISTIMEWA
Motor jenis matik warna hijau muda milik terduga pelaku peledakan di halaman Mapolresta Surakarta, Selasa (5/7/2016) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Tidak butuh dana banyak bagi kelompok teroris jaringan Nur Rohman untuk melakukan aksi terornya.

Seperti diketahui, selain beraksi di Polresta Surakarta selanjutnya kelompok mereka akan beraksi di Bali.

Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Agus Rianto mengatakan ‎dana bagi aksi teror di Solo dan Bali tidak sampai nominal Rp 5 juta rupiah.

"Dana terkait Solo dan Bali tidak banyak, hanya sekitar Rp 5 juta, kurang bahkan, hanya Rp 4.900.000. Ini peringiman dana dari jaringan ini untuk aksi di dua lokasi," ujar Agus, Jumat (19/8/2016) di Mabes Polri.

Agus melanjutkan Densus 88 Mabes Polri masih menelusuri apakah ada dana dari luar termasuk dari Suriah, atau hanya dari jaringan ini.

"Kan ada beberapa buku tabungan yang juga kami sita. Ini akan ditelusuri dananya dari kelompok ini sendiri atau dari jaringan lain," ujarnya.

Seperti diketahui, pascateror bom bunuh diri di halaman Polresta Surakarta sehari sebelum Lebaran yang menewaskan Nur Rohman ‎dan melukai seorang anggota Polri.

Densus 88 terus melakukan pengusutan pada jaringan ini. Selang beberapa lama, ditangkap lima teroris kelompok Batam yang juga masih ada hubungannya dengan Nur Rohman.

Lalu ‎pada Senin (15/8/2016), Densus 88 mengamankan seorang terduga teroris yang adalah warga Lampung.

Terduga teroris itu yakni ‎Dwiatmoko alias Abu Ibrahim Al Atsary, warga Dusun I Garejo RT 02 RW 01 Desa Bumi raharjo Kec Bumi Ratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah.

Halaman
12
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help