Hukuman Mati

LBH Jakarta: Penjara Penuh Pemakai Narkoba Kelas Teri, Bandar Besar Lolos

Terlebih, UU Narkotika yang ada telah gagal membedakan pengguna, pengedar dan bandar besar.

LBH Jakarta: Penjara Penuh Pemakai Narkoba Kelas Teri, Bandar Besar Lolos
IST
Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hukuman mati terhadap bandar narkoba yang diberlakukan pemerintah Jokowi tidak berdampak apapun bagi peredaran barang haram tersebut di Indonesia.

Hal itu dikatakan oleh Direktur LBH Jakarta, Ricky Gunawan, saat memaparkan ke-tidak-efektif-an hukuman mati untuk memberantas narkoba.

"Berapa orang yang dihukum mati dan berapa banyak narkotika yang saat ini beredar di masyarakat? Apa artinya? Artinya hukuman mati tidak berdampak apa-apa terhadap peredaran narkoba," jelas Ricky di Plaza Indonesia, Jakarta, Jumat (9/9/2016).

Dia menjelaskan selama ini aparat penegak hukum tidak pernah menyentuh siapa dan bagaimana barang haram tersebut dipesan dan masuk ke Indonesia.

Terlebih, UU Narkotika yang ada telah gagal membedakan pengguna, pengedar dan bandar besar.

Sehingga banyak pemakai narkoba dengan barang bukti hanya beberapa gram dapat dikenakan penjara hingga bertahun-tahun lamanya.

"Penjara Indonesia itu penuh sama pemakai yang kelas teri. Cuma 0,01 gram atau hanya 1 gram. Sedangkan bandar besarnya tidak pernah tertangkap," tambahnya.

Pengungkapan yang dilakukan oleh Koordinator KontraS, Harris Azhar, kata dia seharusnya menjadi momentum bagi aparat penegak hukum untuk mengungkap kejahatan tersebut.

Penulis: Amriyono Prakoso
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help