PPP Tegaskan Target Tiga Besar di 2019 Bukan Mimpi

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyebut target tiga besar dalam Pemilu 2019 bukanlah mimpi.

PPP Tegaskan Target Tiga Besar di 2019 Bukan Mimpi
Tribunnews.com/ Ferdinand Waskita
Wakil Ketua Umum PPP Arwani Thomafi di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (29/9/2016). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyebut target tiga besar dalam Pemilu 2019 bukanlah mimpi.

Target tiga besar itu akan diputuskan dalam Mukernas PPP yang digelar 3 hingga 5 Oktober 2016 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta.

"Mukernas I PPP bertujuan untuk membahas konsolidasi organisasi dan rekrutmen untuk merealisasikan target tiga besar," kata Wakil Ketua Umum PPP Arwani Thomafi di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (29/9/2016).

Arwani mengatakan Partai Berlambang Kabah sempat menempati posisi tiga besar dalam Pemilu legislatif.

Hasil tiga besar itu terjadi pada 1999 dan 2004.

Sehingga, target tiga besar dirasa tidak muluk-muluk.

"Dua kali tiga besar, baru setelah itu terlempar tiga besar, makanya tidak terlalu bombastis," kata Arwani.

Arwani juga menyebut adanya potensi peningkatan suara PPP saat pemilu 2019, terlihat dari situasi serta dinamika politik yang berkembang di masyarakat.

Sementara Wakil Sekretaris Jenderal PPP Achmad Baidowi menegaskan target tiga besar bukanlah sebuah mimpi.

Hal tersebut dikarenakan pernah dirasakan partainya.

"PPP tidak mimpi karena sudah tercapai. Kita menganalogikan kalau mau ke Eropa, jatuh ke mesir lumayanlah. Makanya target tinggi, realitas di pemilu, ada data faktual mendukung," ujar Baidowi

Diketahui, Mukernas PPP akan diikuti sekitar 1.500 peserta yang terdiri dari 1.100 anggota fraksi PPP DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Kemudian 64 ketua dan sekretaris DPW PPP serta 336 pengurus DPP PPP.
Peserta Mukernas direncanakan akan mendapatkan pemaparan materi dari Menkopolhukkam Wiranto, Mendagri Tjahjo Kumolo.

Kemudian Menhan Ryamizard Ryacudu, Ketua KPK Agus Rahardjo, Menag Lukman Hakim Syaifuddin dan Kepala BNN Budi Waseso.

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved