Kasus Korupsi di Sultra

KPK Garap Keterangan Pihak Swasta Terkait Kasus Korupsi Gubernur Sulawesi Tenggara

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemerksaan terhadap Direktur Utama PT Anugrah Harisma Barakah (AHB), Ahmad Nursiwan.

KPK Garap Keterangan Pihak Swasta Terkait Kasus Korupsi Gubernur Sulawesi Tenggara
Ferdinand Waskita/Tribunnews.com
Gubernur Sulawesi Tenggara H. Nur Alam 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemerksaan terhadap Direktur Utama PT Anugrah Harisma Barakah (AHB), Ahmad Nursiwan, Jumat (30/9/2016).

Nama Nursiwan masuk dalam agenda pemeriksaan kasus dugaan korupsi penyalahgunaan kewenangan Gubenur Sulawesi Tenggara, Nur Alam.

Nur Alam menjadi tersangka di KPK terkait penyalahgunaan wewenang persetujuan dan penerbitan izin usaha pertambangan (IUP) 2008-2014.

Keterangan Nursiwan digarap penyidik KPK untuk melengkapi berkas penyidikan Nur Alam.

"Ya jadi saksi untuk tersangka NA (Nur Alam)," kata Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati saat dikonfirmasi wartawan.

Hari ini, bukan kali pertama Nursiwan dipanggil penyidik.

15 September 2016, ia sudah menghadap penyidik KPK untuk diperiksa.

Bersamaan dengan Nursiwan, KPK juga memanggil saksi lain dari pihak swasta, yakni Gino Valentino Budiman Riswantyo.

Gino juga diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Nur Alam.

Halaman
12
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help