Aplikasi 'Soto Lamongan' yang Bebas Pungli

Asman Abnur sempat melihat langsung aplikasi pelayanan 'Soto Lamongan' saat berkunjung ke Polres Lamongan

Aplikasi 'Soto Lamongan' yang Bebas Pungli
ISTIMEWA
Deputi Pelayanan Publik Diah Natalisa meninjau menyimak penjelasan Kapolres Lamongan AKBP Juda Nusa P, mengenai inovasi SOTO Lamongan (Kementerian PAN-RB) 

TRIBUNNEWS.COM, LAMONGAN - Kepolisian resor Lamongan, Jawa Timur membuat terobosan baru. Mereka membuat pelayanan berbasis aplikasi android di smartphone bernama 'Soto Lamongan'.

'Soto Lamongan' disebut-sebut bisa mencegah adanya aksi pungutan liar alias pungli. Pelayanan seperti 'Soto Lamongan' bisa menghilangkan pungli karena masyarakat yang ingin mengakses pelayanan Polres Lamongan tidak perlu lagi melengkapi persyaratan ini dan itu, tinggal pencet nomor dan petugasnya siaga 24 jam.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur sempat melihat langsung aplikasi pelayanan 'Soto Lamongan' saat berkunjung ke Polres Lamongan. Program ini menuai pujian dari Asman Abnur.

"Pelayanan seperti inilah yang harus dimiliki oleh seluruh Indonesia, bukan pelayanan yang karena dibayar,"ungkap Asman.

"Kalau ada daerah-daerah lain yang mau studi banding, tidak perlu. Langsung tiru saja aplikasi Soto Lamongan ini," lanjutnya.

Sebelum memberikan komentar, Asman juga menyempatkan diri meninjau pelayanan Polres Lamongan di CCTV Monitoring Centre dan juga pelayanan di Samsat Lamongan.

Dirinya mengaku tertarik melihat langsung penerapan aplikasi Soto Lamongan di Polres Lamongan setelah melihatnya dalam peresmian pelayanan berbasis online Mabes Polri di Sidoarjo pada 1 September 2016 lalu.

"Dengan aplikasi seperti ini jelas akan bisa menghilangkan pungli karena masyarakat yang ingin mengakses pelayanan Polres Lamongan tidak perlu lagi harus melengkapi persyaratan ini dan itu. Tinggal pencet nomor, dan petugasnya sudah siaga 24 jam," tutur Asman.

Ketertarikan Asman untuk mempromosikan Soto Lamongan membuat dirinya berhasrat mengajak Kapolres Lamongan AKBP Juda Nusa Putra untuk berpartisipasi dalam agenda yang digagas oleh pihaknya dengan tajuk `Forum Nasional Inovasi Pelayanan Publik' yang akan dilaksanakan di Bandung pada 26 dan 27 Oktober 2016 mendatang.

"Kami ingin, kalau Pak Kapolres berkenan, untuk menghadiri acara Forum Nasional Inovasi Pelayanan Publik di Bandung untuk mengenalkan program ini kepada semua peserta. Karena program seperti ini, patut diterapkan oleh seluruh jajaran kepolisian dan pihak pemerintahan di seluruh Indonesia," pungkasnya.

Halaman
123
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help