2 Tahun Jokowi dan JK

Dua tahun Pemerintahan Jokowi-JK Tiga Kali Rombak Kabinet

Di awal pemerintahanya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan susunan kabinet pertamanya di Istana Negara, Jakarta.

Dua tahun Pemerintahan Jokowi-JK Tiga Kali Rombak Kabinet
JP/Dhoni Setiawan/Dhoni Setiawan
Presiden Joko 'Jokowi' Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla melambaikan tangan kepada warga saat pawai dengan menggunakan kereta menuju Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2014). Jokowi dan Jusuf Kalla resmi menjadi presiden ke-7 dan wakil presiden ke-12 Republik Indonesia. (JP/DON) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di awal pemerintahanya, Minggu (26/10/2014), Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan susunan kabinet pertamanya di Istana Negara, Jakarta. Terdapat empat menteri koordinator dengan 34 kementerian yang berada di dalam Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi-JK.

Presiden Joko Widodo mengatakan para Menteri yang pilih adalah pejabat politik dan pengusaha profesional yang bersih, sehingga bisa berkomunikasi baik dengan KPK dan PPATK. Selain itu para Menteri pilihan Jokowi dinilai memiliki kehebatan yang memumpuni di bidangnya masing-masing.

"Kita pilih punya kemampuan sesuai bidangnya, punya kemampuan manjerial yang baik," ujar Jokowi saat pertama kali ingin memperkenalkan jajaran Menterinya pertama kali.

Berikut susunan paling pertama Kabinet Kerja Jokowi-JK:
1. Menteri Sekretaris Negara: Pratikno
2. Menteri Perencanaan Pembangunan/Kepala Bappenas: Andrinof Chaniago
3. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman: Indroyono Soesilo
4. Menteri Perhubungan: Ignasius Jonan
5. Menteri Kelautan dan Perikanan: Susi Pudjiastuti
6. Menteri Pariwisata: Arief Yahya
7. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Sudirman Said
8. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan: Tedjo Edy Purdjianto
9. Menteri Dalam Negeri: Tjahjo Kumolo
10. Menteri Luar Negeri: Retno Lestari Priansari Marsudi
11. Menteri Pertahanan: Ryamizard Ryacudu
12. Menteri Hukum dan HAM: Yasonna H Laoly
13. Menteri Komunikasi dan Informatika:Rudiantara
14. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara: Yuddy Chrisnandi
15. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Sofyan Djalil
16. Menteri Keuangan: Bambang
Brodjonegoro
17. Menteri Badan Usaha Milik Negara: Rini M Soemarno
18. Menteri Koperasi dan UKM: Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga
19. Menteri Perindustrian: Saleh Husin
20. Menteri Perdagangan: Rachmat Gobel
21. Menteri Pertanian: Amran Sulaiman
22. Menteri Ketenagakerjaan: Hanif Dhakiri
23. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadimuljono
24. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Siti Nurbaya
25. Menteri Agraria dan Tata Ruang: Ferry Mursyidan Baldan
26. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Puan Maharani
27. Menteri Agama: Lukman Hakim Saifuddin
28. Menteri Kesehatan: Nila F Moeloek
29. Menteri Sosial: Khofifah Indar Parawansa

30. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Yohana Yambise
31. Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah: Anies Baswedan
32. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi: M Nasir
33. Menteri Pemuda dan Olahraga: Imam Nahrawi
34. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi: Marwan Jafar

Reshuffle Jilid Pertama
Presiden Joko Widodo melakukan perombakan (reshuffle) Kabinet Kerja untuk pertama kalinya setelah pemerintahannya berjalan selama 10 bulan. Pengumuman reshuffle pertama dilakukan pada Rabu (12/10/2015) pukul 11.00 WIB di Istana Negara, Jakarta.

Ada lima menteri dan satu jabatan Sekretaris Negara yang diganti oleh Presiden Joko Widodo. Dua diantaranya hanya mendapat posisi baru, sedangkan tiga pejabat lainnya keluar dari kabinet kerja.

Berikut susunan baru reshuffle Kabinet Kerja jilid pertama:
1. Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Pandjaitan dilantik sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan. Luhut menggantikan Tedjo Edy Purdjianto.
2. Ekonom Rizal Ramli dilantik sebagai Menteri Koordinator Kemaritiman. Rizal Ramli menggantikan posisi Indroyono Soesilo.
3. Pengusaha Internasional Thomas Trikasih Lembong dilantik sebagai Menteri Perdagangan menggantikan Rahmat Gobel.
4. Menteri Koordinator bidang Sofjan Djalil dilantik sebagai Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas menggantikan Andrinof Chaniago.
5. Mantan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution dilantik sebagai Menteri Koordinator bidang Perekonomian menggantikan Sofjan Djalil yang menjadi Kepala Bappenas.
6. Politisi PDI-P Pramono Anung, dilantik sebagai Sekretaris Kabinet. Pramono menggantikan posisi Andi Widjajanto.
Penetapan keenam menteri baru itu diatur dalam Keputusan Presiden nomor 79/P tahun 2015 tentang pergantian beberapa menteri Kabinet Kerja periode 2014-2019 dan Keppres nomor 80/P tahun 2015 tentang pemberhentian dan pengangkatan Sekretaris Kabinet.

Reshuffle Jilid Dua
Presiden Joko Widodo untuk kedua kalinya kembali merombak Kabinet Kerja pada Rabu (27/7/2016). Tidak tanggung-tanggung, ada 11 jabatan Menteri yang terkena reshuffle jilid dua dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Berikut susunan baru reshuffle Kabinet Kerja jilid kedua:
1. Ketua Umum Hanura Wiranto dilantik menjadi Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan. Wiranto menggantikan Luhut Binsar Pandjaitan yang pindah menjadi Menteri Koordinator bidang Kemaritiman.
2. Direktur Pelaksana Bank Dunia Sri Mulyani dilantik menjadi Menteri Keuangan. Sri Mulyani menggantikan Bambang Brodjonegoro yang pindah menjadi Menteri PPN/Kepala Bappenas.
3. Pengusaha dan Politisi PKB Eko Putro Sanjouo dilantik menjadi Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Desa, dan Transmigrasi. Eko Putro Sanjoyo menggantikan rekan satu partainya Marwan Jafar yang keluar dari Kabinet Kerja.
4. Direktur Utama PT Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi dilantik menjadi Menteri Perhubungan. Budi Karya Sumadi menggantikan Ignasius Jonan yang hengkang dari Kabinet Kerja pada saat itu.
5. Rektor Universitas Muhammadiyah Malang Muhadjir Effendy dilantik menjadi Menteri Pendidikan Nasional. Muhadjir menggantikan Anies Baswedan yang sekarang menjadi calon Gubernur DKI Jakarta.
6. Pengusaha Properti Enggartiasto Lukita dilantik menjadi Menteri Perdagangan. Enggartiasto menggantikan Thomas Trikasih Lembong yang dipindah menjadi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal.
7. Politisi Golkar Airlangga Hartanto dilantik menjadi Menteri Perindustrian. Airlangga menggantikan Saleh Husin yang keluar dari Kabinet Kerja.
8. Ahli Minyak dan Gas Bumi asal Amerika Serikat, Arcandra Tahar dilantik menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Arcandra menggantikan Sudirman Said yang tidak mendapatkan posisi lagi di Kabinet Kerja.
9. Pengusaha dan Politisi PAN Asman Abnur dilantik menjadi Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi. Asman menggantikan Yudi Chrisnandi yang keluar dari Kabinet Kerja.
10. Mantan Menko bidang Polhukam Luhut Binsar Panjaitan dilantik menjadi Menteri koordinator bidang Kemaritiman. Luhut menggantikan Rizal Ramli yang tidak mendapat posisi kembali di Kabinet Kerja.
11. Mantan Menko bidang Perekonomian Sofyan Djalil dilantik menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional. Sofyan menggantikan politisi Nasdem Ferry Mursidan Baldan.
12. Mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dilantik menjadi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Thomas menggantikan Franky Sibarani yang keluar dari Kabinet Kerja.

Perombakan Menteri ESDM.
Arcandra Tahar hanya menjadi Menteri ESDM selama 20 hari. Pasalnya diketahui Arcandra pada saat dilantik masih memiliki berwarganegara Amerika Serikat. Sejak saat itu Menko bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menjabat sebagai Pelaksana Tugas Menteri ESDM. Archandra diangkat lagi. Masuk dalam jajaran kabinet menjadi Wakil Menteri ESDM mendamping Ignatius Jonan yang pernah dipecat sebagai Menteri Perhubungan, kini dipercaya menahkodai Kementerian ESDM. (tribun/adiatmaputra fajar)

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help