Pilkada 2017

Pilkada Serentak Berpotensi Darurat Sipil

Kemarin, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian memastikan pihaknya sudah mengantongi pelaku penyebar berita hoaks

Pilkada Serentak Berpotensi Darurat Sipil
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Mantan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN), A.M Hendropriyono mengingatkan keadaan yang perlu menjadi perhatian seluruh komponen bangsa menghadapi Pilkada serentak, utamanya Pilkada DKI 2017 mendatang. Hal ini disampaikannya dalam akun Twitter-nya @edo751945.

"Stabilitas politik di RI sedang mengalami gangguan, menjelang Pilkada di DKI. #PerkiraanKeadaanStrategis," tulis Hendropriyono, dua hari lalu Selasa (18/10).

Menurutnya, gangguan pada pilkada serentak akan dapat meluas di seluruh Indonesia. "Gangguan dapat berubah menjadi ancaman, bagi stabilitas nasional," katanya lagi.

Hendropriyono menegaskan, instabilitas ini berpotensi membuat negara terperosok. Dari keadaan tertib sipil ke dalam darurat sipil. Menurutnya, pemberlakuan hukum keadaan darurat sipil yang tepat waktu, dapat cepat menolong keadaan. Sementara ketidaktepatan, dapat berdampak kontraproduktif.

"Karenanya pemerintahan negara RI, baik eksekutif, legislatif & yudikatif harus mengamati dengan sungguh-sungguh perkembangan keadaan dalam negeri sampai dengan tiga bulan ke depan," lanjutnya.

Kepada politisi, tokoh masyarakat, LSM dan Ormas, ia meminta perlu menahan diri agar negara tidak terperosok ke dalam keadaan darurat sipil.

"Kasihan rakyat dalam penderitaannya, karena keadaan darurat dapat mengganggu seluruh aspek ekonomi nasional. Demikian terima kasih," kata Hendro menutup cuitan terkait #PerkiraanKeadaanStrategis dalam akun twitternya.

Kemarin, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian memastikan pihaknya sudah mengantongi pelaku penyebar berita hoaks soal pemberitaan simpang siur mengenai adanya perintah Tito untuk memeriksa mantan Ketua MPR, Amien Rais terkait Pilgub DKI 2017.

Bahkan kini, pelaku sedang diburu oleh penyidik dari Subdit Cyber Crime Bareskrim dan terancam dijebloskan ke penjara dengan ancaman di atas lima tahun penjara.

"Masih dilacak oleh Cyber Crime. Itu semuanya tidak benar dan sumbernya juga tidak jelas. Saya minta masyarakat tidak percaya," ujar Tito.

Diterangkan Tito Karnavian, berita hoaks itu awalnya muncul dari sebuah situs yang juga tidak jelas, dan viral di media sosial.

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help