Demo di Jakarta

Anak Angkatnya Ditangkap Polisi, Anggota DPD: Saya Kan Pejabat Negara, Mestinya Beritahu Saya

Basri menyayangkan sikap aparat kepolisian yang mencokok anak angkatnya tanpa memberitahu dirinya.

Anak Angkatnya Ditangkap Polisi, Anggota DPD: Saya Kan Pejabat Negara, Mestinya Beritahu Saya
net/basrisalama
Anggota DPD RI, Basri Salama. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menyambangi Markas Polda Metro Jaya, Anggota DPD RI Basri Salama menegaskan satu dari lima tersangka provokator Aksi Bela Islam di Istana Negara pada 4 November lalu merupakan anak angkatnya.

Ia menjelaskan, kader Himpunan Mahasiswa Indonesia yang bernama Ismail Ibrahim tersebut, selama ini memang tinggal di kediamannya yang berada di wilayah Jakarta Selatan.

"Itu Ismail anak angkat saya, tinggal dirumah saya, dan yang bersangkutan diciduk pukul 20.30 WIB," ujar Basri saat ditemui di Ditreskrimum Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (10/11/2016).

Basri menyayangkan sikap aparat kepolisian yang mencokok anak angkatnya tanpa memberitahu dirinya.

Menurutnya, sebagai seorang pejabat negara, seharusnya aparat kepolisian memberikan kabar.

Ia mengaku akan menyerahkan sang anak angkat bila memang polisi memiliki bukti yang cukup untuk menjerat Ismail.

"Saya kan pejabat negara, semestinya cukuplah beritahu pada saya dan saya akan mengantarkan yang bersangkutan," jelasnya.

Namun apa yang dilakukan oleh polisi tidak sesuai harapannya.

Penangkapan tersebut dilakukan secara tiba-tiba dan terjadi di malam hari saat dirinya tidak ada dirumah.

"Yang saya sayangkan, kenapa penangkapan itu harus di malam hari, apa tidak ada waktu siang?" tegasnya.

Halaman
12
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help