Mabes Polri: Media Online Seolah Resmi Tapi Tak Jelas, Nodai Jurnalisme

Sebuah media online menuliskan bahwa Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio menyatakan penangkapan terduga teroris di Bekasi merupakan pengalihan isu.

Mabes Polri: Media Online Seolah Resmi Tapi Tak Jelas, Nodai Jurnalisme
Tribunnews/NurulHanna
(Dari kanan) Direktur Tindak Pidana Umum Mabes Polri Drs. Agus Indrianto, Pengacara Eko Patrio, KPA. F. Firman Nurwahyu dan Eko Patrio di gedung Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (16/12/2016). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Amriyono Prakoso

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebuah media online mengabarkan bahwa Ketua DPW PAN DKI Jakarta, Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio menyatakan penangkapan terduga teroris di Bekasi merupakan pengalihan isu.

Namun begitu, media bersangkutan sudah memberikan klarifikasi dan permintaan maaf mereka atas pemberitaan tersebut.

Karo Penmas Mabes Polri, Kombes Rikwanto menjelaskan pihaknya akan terus menelusuri media tersebut, pasalnya mereka tidak terdaftar dalam situs media resmi.

"Media online yang seolah resmi tapi tidak jelas karena tidak terdaftar ini akan nodai jurnalisme dan jadi preseden yang buruk," tegasnya saat ditemui di Kawasan Monas, Jakarta, Minggu (18/12/2016).

Dia mengatakan hingga saat ini, belum mengetahui siapa yang menulis dan bertanggung jawab atas media tersebut.

Apa yang telah diberitakan, kata Rikwanto, bisa menyihir masyarakat dan hal itu yang akan ditindaklanjuti olehnya.

"Makanya nanti kita tanyakan maksud tujuannya bagaimana seolah portal resmi yang bisa menyihir masyarakat dengan beritanya," kata dia.

Penulis: Amriyono Prakoso
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved